SUARA CIREBON – Nasib nahas dialami sebuah truk kontainer dengan nomor polisi H 8270 OG yang dikemudikan Arif Caharudin (60), warga Kebonrahajo RT 001/005, Desa Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Saat bermaksud menepi karena hujan deras disertai angin kencang di jalur Pantura Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, truk kontainer itu, tertimpa pohon tumbang, Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.
Meskipun tidak memakan korban jiwa, namun kabin mobil mengalami kerusakan cukup parah tertimpa dahan pohon baujan dengan diameter sekitar 60 centimeter. Tumbangnya pohon baujan itu menyebabkan, arus lalu lintas di jalan Pantur Pangenan mengalami kemacetan.
Sopir kontainer, Arif menuturkan, selepas subuh cuaca tiba-tiba berubah ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan jarak pandang di jalur Pantura Cirebon terganggu, karenanya ia mengambil inisiatif menepikan mobilnya, sekaligus untuk beristirahat.
“Hujan deras disertai angin kencang membuat jarak pandang terbatas dan permukaan jalan licin. Saya menepi mau istirahat dulu, saat mobil belum berhenti sempurna, tiba-tiba bruk! Tertimpa pohon, bukan ranting, tapi pohon besar yang tumbang,” kata Arif.
Dijelaskannya, batang pohon besar tersebut menimpa kabin atau kepala truk, tepat di atas posisi pengemudi membuat atap kabin ringsek. Dahan dan ranting pohon tumbang menutup sebagian badan jalan, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
“Bagian atap kabin rusak parah, tapi alhamdulillah saya tidak apa-apa,” ujarnya.
Akibat tumbangnya pohon tersebut, arus lalu lintas di jalur transnasional Pantura dari arah Jawa menuju Jakarta maupun sebaliknya, sempat mengalami kemacetan panjang hingga lebih dari satu kilometer.
















