SUARA CIREBON – Pengobatan alternatif masih menjadi magnet bagi masyarakat yang menderita sakit namun tak kunjung sembuh. Celah tersebut banyak dimanfaatkan para praktisi pengobatan alternatif dengan menawarkan sistem pengobatan yang simpel beserta klaim tingkat kesembuhan yang tinggi.
Namun tak sedikit pula oknum praktisi pengobatan alternatif yang menawarkan pengobatan on the spot, yang diduga hanya tipuan untuk mengeruk keuntungan. Salah satunya seperti pengobatan alternatif Brahmana Sanjaya yang menawarkan pengobatan on the spot di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga Nomor 7, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Dari pamflet yang berseliweran di jagat maya, Brahmana Sanjaya menawarkan pengobatan alternatif untuk berbagai macam penyakit kronis dan terbilang berat dari mulai syaraf kejepit, stroke, epilepsi, hidrosefalus, kelenjar getah bening, sinusitis, kanker, paru-paru, autis, TB tulang, tuna rungu atau tuna wicara, dan lainnya.
Selain alamat, dalam pamflet itu pengobatan alternatif tersebut juga menampilkan waktu dan tanggal operasional, yakni dari pukul 09.00-17.00 WIB pada tanggal 7,8 dan 9 Februari 2026. Diduga, pengobatan tersebut telah berhasil mengeruk pundi-pundi rupiah melalui sistem pembayaran via transfer bank dari para calon pasiennya.
Salah satu calon pasien yang nyaris menjadi korban adalah warga Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Narsita. Dari pengakuannya kepada Suara Cirebon, Narsita mengaku telah menjalani pengobatan medis dengan cara rawat jalan di salah satu rumah sakit akibat penyakit stroke yang dideritanya.
Namun pengobatan medis itu, diakuinya, kini tertahan lantaran kondisi ekonomi yang sulit. Ia pun tengah berupaya agar bisa menjadi peserta BPJS PBI sesuai kondisi ekonominya saat ini.
“Saya baca di medsos ada pengobatan alternatif Brahmana Sanjaya, lokasinya juga tidak terlalu jauh yaitu di kantor Bupati di Sumber, jadi saya tertarik,” ujar Narsita, Senin, 2 Februari 2026.
Tanpa ragu, ia pun langsung menghubungi nomor whatsapp yang terpampang di pamflet tersebut untuk mendaftar. Namun, kecurigaannya mulai muncul ketika pemilik nomor tersebut meminta dirinya untuk mentransfer uang pendaftaran terlebih dahulu.
















