SUARA CIREBON – Ratusan rumah di tiga kecamatan wilayah timur Kabupaten Cirebon terdampak banjir akibat luapan Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung, sejak Kamis, 12 Februari 2026 dinihari.
Di Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman, ketinggian banjir bahkan mencapai 1,5 meter. Banjir juga merendam Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, serta Desa Barisan, Desa Kalirahayu, dan Desa Tawangsari, Kecamatan Losari.
Tingginya debit air Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung menjadi penyebab utama banjir kali ini. Air masuk dengan cepat dan merendam ratusan rumah warga.
Warga Desa Cilengkrang, Tarja (55) menuturkan, air mulai masuk sekitar pukul 01.00 WIB dan mencapai ketinggian 1,5 meter.
“Di sini hujannya cuma gerimis, ini karena limpasan Sungai Cijangkelok,” ujar Tarja.
Selain limpasan sungai, Tarja menilai, buruknya saluran drainase dan tingginya sedimentasi Sungai Cijangkelok turut menjadi faktor penyebab banjir. Di Desa Cilengkrang saja, diperkirakan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dan 900 rumah terendam banjir.
“Alhamdulillah, air surut mulai pukul 05.00 WIB sekarang ketinggian sudah turun mencapai 20 centimeter,” imbuhnya.
Di tengah suasana banjir, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, hadir langsung ke Desa Cilengkrang. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Sophi menyapa satu per satu warga, mendengarkan cerita mereka, dan memastikan kondisi di lapangan.
















