SUARA CIREBON – Pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu cara yang mampu mengubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik.
Pendidikan dengan pola tersebut kini diterapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon di semua pendidikan mulai dari TK, SD sampai SMP.
Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, H Ronianto mengatakan, penerapan pendidikan karakter kepada semua siswa di jenjang pendidikan tersebut bertujuan mencegah kenakalan remaja.
Salah satu pendidikan dimaksud ialah gerakan Serentak Dhuha dan Dzuhur (Serdadu) yang digelar masing-masing sekolah di Kabupaten Cirebon.
“Kami ada program Gerakan Serdadu, setiap sekolah wajib melaksanakannya,” kata Ronianto di Sumber, Senin, 2 Maret 2026.
Pria yang akrab disapa Roni ini menjelaskan, program Serdadu sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Selama satu tahun penerapan gerakan Serdadu, Ronianto menilai banyak perubahan yang dialami oleh para siswa.
“Serdadu ini untuk membangun karakter para siswa, karena bisa mengubah tingkah laku para siswa itu sendiri,” kata Ronianto.
Untuk memastikan progam tersebut berjalan secara efektif, ia mewajibkan pihak sekolah untuk memberikan laporannya setiap hari. Laporan tersebut didokumentasikan langsung oleh masing-masing kepala sekolah kemudian dikirim ke Disdik.
“Jadi setiap hari para kepala sekolah mendokumentasikan Serdadu ini dan dikirimkan ke Dinas Pendidikan. Alhamdullilah semua bisa berjalan dengan baik,” jelas Roni.
Roni menegaskan, pendidikan karakter memang harus diterapkan dan terus digenjot sejak dini. Hal itu berbeda dengan pengetahuan yang bisa didapat siswa dari mana saja.
“Kalau ilmu pengetahuan mereka bisa mencari kapan saja dan dimana saja. Sementara kalau secara agama siswa juga bisa mencari di internet tetapi sangat berbahaya, sehingga diperlukan pembinaan secara mendalam,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















