SUARA CIREBON – Peringatan Hari Jadi Ke-544 Kabupaten Cirebon yang mengusung tema “Teteg Lan Tutug” menuai sorotan publik, salah satunya datang dari Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cirebon.
Ketua DPC GMNI Cirebon, Dika Agung Wahyudi menyebut, tema “Teteg Lan Tutug” yang diusung pada Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon mencerminkan tekad kuat dalam menuntaskan berbagai persoalan.
Tema tersebut juga mencerminkan tekad untuk memperkuat komitmen dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Namun, menurut Dika, GMNI menilai tema tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam realitas pembangunan yang ada di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Cirebon masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang terkesan jalan di tempat. Bahkan, peringatan hari jadi kerap terjebak pada seremonial tanpa diiringi evaluasi yang serius dan langkah konkret.
“Infrastruktur masih menjadi wajah buram Kabupaten Cirebon,” kata Dika, Rabu, 8 April 2026.
Dika menegaskan, tema “Teteg Lan Tutug” seharusnya menjadi komitmen nyata untuk menuntaskan berbagai persoalan, bukan sekadar slogan tanpa implementasi.
Menurut Dika, jalan rusak masih ditemukan di banyak titik. Selain itu, pembangunan juga tidak merata, dan terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
“Kalau ‘tutug’, seharusnya sudah ada progres signifikan, bukan stagnan,” tegas Dika.



















