SUARA CIREBON – Sejarawan sekaligus budayawan Kota Cirebon, Mustaqim Asteja, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pembangunan di wilayah Cirebon yang dinilai mulai meninggalkan landasan sejarah.
Mustaqim menilai penanganan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dan pembangunan infrastruktur kerap kali tidak selaras dengan identitas lokal.
Menurut Mustaqim, adanya ketidaksinkronan antara narasi sejarah wilayah dengan simbol-simbol yang didirikan pemerintah daerah.
Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah pembangunan monumen di kawasan pelabuhan.
”Kita orang Cirebon ini benar-benar meninggalkan sejarah. Akhirnya apa yang dibuat tidak mempunyai landasan sejarah. Contohnya, masa di wilayah pelabuhan bikin monumennya monumen Pedati Gede. Itu kan tidak masuk (logikanya),” ujar Mustaqim, Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, pembangunan seharusnya merujuk pada muruah dan fungsi historis lokasi tersebut, agar nilai edukasi dan identitas kota tetap terjaga.
Terkait perlindungan benda bersejarah, Mustaqim menekankan pentingnya pelaporan ODCB oleh masyarakat. Ia merujuk pada regulasi terbaru, yakni Permendikbudristek Nomor 36 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Registrasi Nasional Cagar Budaya, yang mengamanatkan setiap orang yang memiliki, menguasai, atau menemukan ODCB untuk melapor ke instansi terkait.
”Amanatnya jelas, setiap orang yang menemukan benda dengan kriteria usia minimal 50 tahun, memiliki nilai sejarah atau arsitektur khusus, harus melapor agar bisa dibuatkan dokumen berkas ODCB-nya,” jelasnya.
Mustaqim juga menyinggung isu pembongkaran rel kereta api tua di Cirebon. Ia mempertanyakan apakah objek tersebut sudah masuk dalam pendataan ODCB atau belum. Menurutnya, kepastian status hukum melalui pendaftaran resmi sangat krusial agar tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat saat ada proyek pembangunan.
”Makanya saya tanyakan, apakah sudah didaftarkan? Karena isunya di situ. Kalau tidak ada (dokumennya), ya berarti bukan ODCB secara hukum, meskipun secara nilai mungkin saja masuk,” tambahnya.
Mustaqim berharap pemerintah dan masyarakat lebih proaktif dalam mendokumentasikan aset sejarah Cirebon agar pembangunan ke depan tetap memiliki “ruh” dan pijakan sejarah yang kuat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















