SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Grage City Mall, Minggu, 3 Mei 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, serta dihadiri perwakilan pekerja, serikat buruh, dan unsur pengusaha dari berbagai sektor.
Wali Kota Effendi Edo mengatakan, hari, peringatan May Day menjadi ruang silaturahmi dan refleksi atas peran penting pekerja dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Cirebon. Menurut Edo, para pekerja telah lebih dahulu menggerakkan aktivitas ekonomi dengan penuh dedikasi, bahkan sebelum matahari terbit.
“Roda-roda industri berputar, peluh mulai bercucuran, dan banyak orang telah memulai langkahnya. Langkah-langkah itu semata-mata untuk memastikan dapur tetap mengepul dan ekonomi kota ini terus berjalan,” ujar Wali Kota.
Edo mengingatkan, di balik setiap bangunan yang berdiri dan setiap produk yang dihasilkan, terdapat kerja keras, doa, dan harapan para pekerja yang patut dihargai. Menurutnya, kehadiran para buruh menjadi simbol bahwa denyut nadi kota adalah tanggung jawab bersama.
“Hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus kita lihat sebagai satu keluarga besar. Tidak ada yang lebih superior. Pengusaha adalah penggerak ekonomi, pekerja adalah jantung produktivitas, dan pemerintah menjadi penyangga agar harmoni tetap terjaga,” ujarnya.
Edo menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang tidak hanya berbasis pada aspek teknis, tetapi juga dilandasi rasa saling percaya. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang terbuka dan beradab dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai pemberi instruksi, tetapi sebagai rekan dialog. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan dengan cara yang transparan dan kekeluargaan. Tujuan kita sama, yakni menciptakan Kota Cirebon sebagai tempat bekerja yang aman dan sejahtera,” tegasnya
Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cirebon, M Fahrozi, mengatakan, peringatan May Day di daerah merupakan upaya untuk menyelaraskan semangat peringatan yang juga digelar di tingkat nasional.
Fahrozi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tahun ini digeser ke tanggal 3 Mei, menyesuaikan dengan kondisi dan imbauan dari pihak keamanan, sekaligus mempertimbangkan momentum libur agar para pekerja dapat berpartisipasi dengan lebih leluasa.
“Karena tanggal 1 Mei sudah dilaksanakan di pusat, kita geser ke tanggal 3 Mei. Suasananya masih libur, sehingga buruh bisa hadir tanpa mengganggu aktivitas kerja. Ini juga bagian dari upaya menjaga kondusivitas,” jelas Fahrozi.
Lebih lanjut, Fahrozi menuturkan, kegiatan May Day di Kota Cirebon dikemas dalam bentuk apel bersama yang diikuti perwakilan pekerja dari berbagai perusahaan. Selain itu, rangkaian kegiatan sosial turut dihadirkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita mengundang perwakilan buruh dari perusahaan-perusahaan di Kota Cirebon. Kegiatannya tidak hanya apel, tapi juga ada pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pemeriksaan mata, hingga Gerakan Pangan Murah. Jadi suasananya lebih pada kebersamaan, bukan aksi unjuk rasa,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan hubungan industrial di Kota Cirebon dapat terus terjaga dengan baik, sehingga tercipta kondisi yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Semoga para buruh di Kota Cirebon semakin sejahtera, hubungan dengan pengusaha semakin harmonis, dan komunikasi berjalan lancar. Kita ingin menjaga kondusivitas bersama, sehingga peringatan May Day bisa menjadi momentum kebersamaan, bukan sekadar tuntutan,” tutupnya.***



















