SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Cirebon menggelar vaksinasi massal campak di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut guna memperkuat upaya percepatan vaksinasi menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, H Imron, yang turut hadir dalam vaksinasi massal tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menekan penyebaran campak sekaligus memastikan kesehatan anak-anak tetap terjaga.
“Saat ini ada empat kecamatan di Kabupaten Cirebon yang masuk kategori KLB campak. Karena itu, vaksinasi harus terus digencarkan,” ujar Imron.
Menurut Imron, target vaksinasi campak di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak. Hingga saat ini, capaian vaksinasi telah menembus angka 54,72 persen. Ia berharap, target tersebut bisa segera tercapai.
“Mudah-mudahan target tersebut bisa segera tercapai sehingga Kabupaten Cirebon tetap sehat dan anak-anak kita terlindungi dari campak,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni, mengatakan, Dinkes tengah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh balita sasaran mendapatkan imunisasi.
Strategi yang diterapkan tidak hanya melalui pelayanan vaksinasi di pos-pos kesehatan, tetapi juga dilakukan pendataan sistematis hingga sweeping menyasar balita yang belum divaksin.
“Pelaksanaan vaksinasi dilakukan mulai 4 Mei sampai 9 Mei 2026. Setelah itu kami melakukan sweeping untuk menyisir balita yang belum mendapatkan vaksin, termasuk yang sebelumnya sakit atau belum sempat hadir,” kata Eni.
Dalam penanganan kasus campak kali ini, Dinkes mencatat adanya tiga kasus kematian. Dua di antaranya terkonfirmasi positif campak, sementara satu kasus lainnya dinyatakan negatif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mempercepat cakupan imunisasi dan mencegah munculnya kasus baru.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga media massa,” kata Eni.
Selain fokus pada vaksinasi, Dinkes Kabupaten Cirebon juga menghadapi tantangan berupa masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua. Karenanya, ia meminta para kader kesehatan dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar memahami pentingnya imunisasi bagi anak.
Para kader dan tokoh masyarakat diminta untuk terus memberikan edukasi secara humanis kepada orang tua yang masih menolak vaksinasi.
“Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang lebih berat,” tegasnya.
Pihaknya mendorong media massa agar lebih aktif menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kami berharap, media tidak hanya memberitakan sisi sensitif kasus, tetapi juga membantu menyampaikan edukasi kesehatan agar masyarakat semakin sadar pentingnya imunisasi,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















