SUARA CIREBON – Sebanyak tiga ekor labi-labi atau yang lebih polpuler dikenal dengan kura-kura Belawa, ditemukan mati di kolam konservasi dan edukasi Cikuya, Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
Kematian hewan purba endemik yang hanya ditemukan di Desa Belawa tersebut, memunculkan keprihatinan dan menjadi sorotan sejumlah pihak.
Kondisi populasi hewan dengan nama latin Amyda Cartilaginea yang terus bertambah hingga melewati daya tampung kolam konservasi, diduga menjadi salah satu pemicu utama kematian tiga ekor labi-labi tersebut, dalam waktu berbeda.
Selain itu, kualitas air kolam yang terkontaminasi bakteri serta kualitas pakan yang diberikan pun turut menjadi perhatian serius anggota DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kasus ini mencuat, saat Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto melakukan reses, belum lama ini. Dalam reses itu, Bambang menerima informasi dari masyarakat yang hadir dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Bambang lalu melaporkan kematian tiga kura-kura Belawa itu ke sejumlah pihak terkait.
Sebagai bentuk keseriusan, pihak Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Jawa Barat menerjunkan tim ke lokasi kolam konservasi guna menginvestigasi dan identifikasi penyebab kematian hewan-hewan tersebut. Tim investigasi dipimpin langsung Kepala RSH Jabar, drh Yoni Darmawan Sugiri.
Yoni menyatakan, pemeriksaan langsung di lokasi belum dapat memastikan diagnosa akhir (kesimpulan) penyebab kematian hewan langka itu. Namun pihaknya telah mengambil sejumlah sampel penting untuk dibawa ke laboratorium.
“Kami mendapat arahan dari Pak Bambang Mujiarto terkait laporan adanya kura-kura yang mati di sini. Tugas kami adalah melakukan investigasi. Di lapangan kami sudah cek kondisi lingkungan, mengambil sampel air kolam, serta sampel usap atau swab dari bagian tubuh kura-kura yang terlihat ada luka atau kelainan. Hasil akhir penyebab kematian baru bisa diketahui setelah sampel-sampel ini diperiksa di laboratorium,” kata Yoni, saat memberikan keterangan di lokasi konservasi Cikuya Belawa, Selasa, 12 Mei 2026.
Meski belum ada kesimpulan akhir dari hasil laboratorium, Yoni memberikan sejumlah saran teknis kepada pengelola konservasi Cikuya Belawa untuk segera dilakukan perbaikan guna mencegah kematian lebih banyak lagi.
Yoni menekankan pentingnya menjaga kualitas air dan kebersihan kolam secara rutin, mengingat padatnya jumlah hewan. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kura-kura Belawa merupakan hewan karnivora pemakan daging, sehingga komposisi pakan perlu disesuaikan dengan kadar protein dan nutrisi yang cukup tinggi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
“Secara kasat mata, terlihat jumlah hewan sangat banyak menempati kolam yang relatif kecil. Namun apakah ini murni karena kelebihan populasi atau faktor lain? Kami belum bisa menyimpulkan. Kami lihat pola hidup mereka yang suka berlumpur dan berada di dasar air, sehingga agak sulit memantau kondisi kesehatannya. Sementara ini, saran kami fokus pada perbaikan mutu air dan peningkatan kualitas pakan dulu,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus kawasan Konservasi Kura-kura Belawa, Arif Awod, menjelaskan, tiga ekor labi-labi itu tidak mati secara bersamaan, melainkan terjadi dalam rentang waktu yang berbeda dalam kurun waktu tertentu.
Arif menduga, ada beberapa faktor utama yang diduga kuat menjadi penyebab kematian, di antaranya kapasitas kolam yang sudah tidak seimbang dengan jumlah hewan konvservasi, pertumbuhan bakteri di air kolam pembiakan, hingga kemungkinan adanya ketidaksesuaian pada jenis maupun kualitas pakan yang diberikan setiap hari.
“Populasi kura kura terus bertambah, sementara luas kolam dan lahan tetap sama. Kondisi padat ini membuat kualitas air cepat menurun dan mudah ditumbuhi bakteri. Belum lagi faktor pakan, jika tidak sesuai kebutuhan atau kualitasnya kurang baik, daya tahan tubuh hewan akan menurun dan mudah sakit. Itulah dugaan awal kami mengapa ada tiga ekor yang mati,” kata Arif Awod.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















