Kamis, Mei 21, 2026
No Result
View All Result
Suara Cirebon
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
Suara Cirebon
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Berita Utama

Dolar Naik, Harga Pestisida Meroket, Petani Cirebon Terdampak

Islahuddin by Islahuddin
Kamis, 21 Mei 2026
in Berita Utama, Cirebon, Ekonomi Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
Dolar Naik, Harga Pestisida Meroket, Petani Cirebon Terdampak

Areal sawah di salah satu desa Kabupaten Cirebon.* (Foto: Islah/Dokumen/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berdampak nyata pada kenaikan harga pestisida dan perlengkapan pertanian berbahan plastik. Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan para petani di Kabupaten Cirebon.

Seorang petani di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan yang juga Ketua Gapoktan Tani Makmur desa setempat, Rojai (51), mengatakan, kenaikan paling terasa terjadi pada berbagai jenis pestisida, mulai dari herbisida, insektisida hingga fungisida. Kenaikan harga sejumlah jenis pestisida tersebut berkisar di angka Rp5.000 sampai Rp10.000 per botol ukuran satu liter.

Menurut Rojai, kenaikan harga dipicu mahalnya bahan baku impor dan kemasan plastik yang terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Hal itu ia ketahui dari pemilik kios penjual obat-obatan pertanian setempat.

“Saya tanya ke kios, katanya kenaikan itu dari harga plastik atau bungkus pestisida. Kemudian, sebagian bahan aktif pestisida masih impor, jadi berpengaruh karena dolar naik, rupiah melemah,” ujar Rojai, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain pestisida, perlengkapan pertanian berbahan plastik seperti selang air juga ikut melonjak tajam. Selang air ini banyak dicari petani untuk pompanisasi sawah saat musim kemarau tiba. Ia menyebut, kenaikan harga selang air mencapai 50 persen.

“Selang untuk pompanisasi itu naiknya sampai 50 persen,” katanya.

Meski harga gabah saat ini cukup baik, menurut dia, kenaikan tersebut belum mampu menutup membengkaknya biaya produksi. Kondisi ini membuat biaya operasional pertanian meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Rojai menjelaskan, harga gabah saat ini Rp7.400 sampai Rp7.800 per kilogram. Harga tersebut berada di atas harga serapan Bulog sebesar Rp6.500.

Berita Terkait

Uin Siber Cirebon Tutup Fgd Strategi Integrasi Ui Greenmetric Dan Halal Metric

UIN Siber Cirebon Tutup FGD Strategi Integrasi UI GreenMetric dan Halal Metric

Kamis, 21 Mei 2026
Banjir Di Cirebon Belum Surut, Dua Hari Ratusan Rumah Di Desa Pangenan Masih Tergenang

Banjir di Cirebon Belum Surut, Dua Hari Ratusan Rumah di Desa Pangenan Masih Tergenang

Kamis, 21 Mei 2026
Uin Siber Cirebon Dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi Di Lahan Wakaf

UIN Siber Cirebon dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi di Lahan Wakaf

Rabu, 20 Mei 2026
Dprd Kabupaten Cirebon Tetapkan Tiga Perda

DPRD Kabupaten Cirebon Tetapkan Tiga Perda

Rabu, 20 Mei 2026

“Tapi biaya produksi tanaman padi juga naik, jadi pendapatan tetap berkurang,” paparnya.

Menurutnya, para petani tidak bisa mengurangi penggunaan pestisida, terutama saat cuaca tidak menentu. Hal itu lantaran ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) masih cukup tinggi.

“Sekarang lagi banyak hama tikus, wereng, dan ada juga penggerek batang. Jadi perlu penanganan menggunakan pestisida,” jelasnya.

Di tengah tekanan biaya yang membuat biaya produksi membengkak, para petani tetap menanam bibit padi. Untuk menekan pengeluaran, petani di Desa Tegal Karang mulai mencoba menggunakan pestisida organik sebagai alternatif pengganti pestisida kimia impor.

Para petani mulai memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan untuk membuat pestisida sendiri. Penggunaan pestisida organik ini dinilai cukup efektif dan tidak jauh berbeda dibanding pestisida kimia.

“Ini salah satu cara kami bertahan di tengah mahalnya pestisida kimia,” terangnya.

Terpisah, pelayan toko kebutuhan pertanian di Desa Tegal Karang, Deni Apriliani (29), membenarkan adanya kenaikan hampir seluruh produk pestisida tersebut dalam satu bulan terakhir.

“Kenaikannya sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu, yang tadinya Rp50 ribu sekarang saya jual Rp60 ribu,” ujar Deni.

Deni menjelaskan, kenaikan harga ini dipicu mahalnya bahan baku kemasan plastik dan bahan aktif impor. Kenaikan paling drastis terjadi pada selang air pertanian yang mencapai hampir 50 persen.

“Dari tadinya Rp90 ribu sekarang jadi Rp180 ribuan,” pungkasnya.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: CirebonDolarDolar NaikHarga PestisidaPestisidaPetaniPetani Cirebon
Islahuddin

Islahuddin

Berita Terkait

Uin Siber Cirebon Tutup Fgd Strategi Integrasi Ui Greenmetric Dan Halal Metric
Cirebon

UIN Siber Cirebon Tutup FGD Strategi Integrasi UI GreenMetric dan Halal Metric

by Arif Rahman
Kamis, 21 Mei 2026
Banjir Di Cirebon Belum Surut, Dua Hari Ratusan Rumah Di Desa Pangenan Masih Tergenang
Cirebon

Banjir di Cirebon Belum Surut, Dua Hari Ratusan Rumah di Desa Pangenan Masih Tergenang

by Baim
Kamis, 21 Mei 2026
Uin Siber Cirebon Dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi Di Lahan Wakaf
Cirebon

UIN Siber Cirebon dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi di Lahan Wakaf

by Arif Rahman
Rabu, 20 Mei 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023
Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis Atau Diabetes

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023
Bkpsdm Kabupaten Cirebon Segera Panggil Oknum Pns Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen Pppk

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026
Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023
Foto: Forum Osis Jabar - Suara Cirebon

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir Di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, Dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Link Tayangan Ulang Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus Dan Yayat Intai Penghianat, Hp Ajun Dijambret Oo

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon Amin Ditangkap Kejaksaan

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Uin Siber Cirebon Dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi Di Lahan Wakaf

UIN Siber Cirebon dan Pesantren Al-Bahjah Panen Padi di Lahan Wakaf

Rabu, 20 Mei 2026
Dprd Kabupaten Cirebon Tetapkan Tiga Perda

DPRD Kabupaten Cirebon Tetapkan Tiga Perda

Rabu, 20 Mei 2026
Banjir Di Cirebon, Sungai Cijurai Meluap, Jalan Penghubung Antardesa Putus

Banjir di Cirebon, Sungai Cijurai Meluap, Jalan Penghubung Antardesa Putus

Rabu, 20 Mei 2026
Skandal Perselingkuhan Wakil Ketua Dprd Kota Cirebon, Fatimah Beri Kesaksian Di Sidang Bk

Skandal Perselingkuhan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fatimah Beri Kesaksian di Sidang BK

Rabu, 20 Mei 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.