SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon resmi menghadirkan Kios Pengendali Inflasi (KOSPI) di halaman parkir Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Program tersebut dihadirkan sebagai langkah konkret pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di Kabupaten Cirebon.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Rodiyah mengatakan, peluncuran Kospi di halaman pasar tersebut hasil kerja sama Diperdagin dengan Perum Bulog dan Bank Indonesia.
Rodiyah mengatakan, Kospi di Pasar Pasalaran diluncurkan pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu. Ke depan, Kospi akan diperluas ke sejumlah pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Palimanan, Babakan, Cipeujeuh, dan Pasar Jamblang.
Menurutnya, Kospi menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan kepokmas dengan harga sesuai, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Setiap hari, Kospi menyediakan barang kepokmas sehingga harganya tetap terkendali.
“Kita bertindak sebagai buffer stock per pasar, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok tetap tersedia dengan harga terkendali,” ujar Rodiyah, Senin, 1 Juni 2026.
Ia berharap, keberadaan Kospi dapat menjadi acuan harga di pasar agar lonjakan harga kebutuhan pokok dapat ditekan.
“Ketika ada pedagang yang menaikkan harga, ini bisa menjadi acuan bahwa pemerintah hadir mengendalikan stok, harga, dan kualitas barang,” jelasnya.
Sebelum peluncuran Kospi, Disperdagin Kabupaten Cirebon bersama Bulog juga telah melaksanakan Operasi Pasar Pengendalian Inflasi (OPSI) sejak 4 Mei 2026 di tujuh pasar milik pemerintah daerah.
Program tersebut rencananya akan berlangsung hingga 4 Juni 2026. OPSI berpotensi diperpanjang lantaran antusiasme masyarakat dan pedagang cukup tinggi.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyebut Kospi akan menjadi penyeimbang harga komoditas di pasar tradisional. Melalui kios ini, masyarakat bisa memperoleh komoditas dengan harga di bawah HET. Sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Komoditas yang tersedia di Kospi saat ini meliputi beras medium SPHP, beras premium, Minyakita, minyak premium, gula, dan tepung terigu. Bulog juga membuka peluang penambahan komoditas lain yang berpotensi menyumbang inflasi,” ujarnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















