SUARA CIREBON – Sebuah rumah yang berlokasi di pinggir Jalan By Pass Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, terbakar hebat, pada Rabu, 3 Juni 2026 malam.
Dahsyatnya kobaran api di malam tersebut membuat geger warga di Blok 03, RT 004, RW 005 desa Tegalgubug. Kebakaran itu juga membuat panik sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah yang terbakar.
Mereka khawatir kobaran api tak terkendali kemudian menjalar ke rumah-rumah lainnya, mengingat lokasi kebakaran berada di permukiman padat.
Beruntung, tim Damkar dari Sektor Arjawinangun langsung bergerak cepat dan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai lokasi. Tim Damkar langsung berjibaku memadamkan api di tengah keramaian warga dan arus lalu lintas di Jalan By Pass tersebut.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarpras pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diadamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, saat tim Damkar Sektor Arjawinangun tiba di lokasi, api masih berkobar cukup besar.
Eno menuturkan, proses pemadaman dilakukan langsung oleh dua regu dari Sektor Arjawinangun. Api berhasil dipadamkan dalam tempo yang relatif cepat.
“Proses pemadaman sampai pendinginan hanya sekitar 1 jam 5 menit,” ujar Eno Sujana.
Menurut Eno, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat peristiwa terjadi, penghuni rumah sedang tidak ada di tempat. Namun akibat peristiwa tersebut, meja bekas, kayu kusen, plafon dan material lain yang mudah terbakar ludes dilalap si jago merah.
“Luas area yang terbakar sekitar 70 meter persegi, luas area yang terselamatkan sekitar 330 meter persegi. Kerugian materi sekitar Rp70 juta,” jelas Eno.
Berdasarkan keterangan warga setempat, lanjut Eno, api terlihat menyala di atap rumah. Diduga, api berasal dari pembakaran kain yan dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kemudian api menjalar ke pintu dan jendela depan rumah. Kobaran api yang cukup besar membuat api dengan cepat naik ke atap teras rumah dan merembet ke kamar depan dan ruang tamu.
“Posisi rumah menghadap ke sebelah utara jalan dan kondisi di lapangan cukup padat penduduk. Penyebabnya diduga berawal dari ODGJ yang membakar tumpukan kain bekas di depan rumah. Saat kejadian tidak ada penghuninya,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















