SUARA CIREBON – Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon tengah membangun jaringan pipa air untuk memenuhi kebutuhan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Pekerjaan fisik tersebut ditargetkan selesai pada 18 Juni dan bisa beroperasi pada 20 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra, menyampaikan, pembangunan jaringan air ini merupakan bukti dukungan PDAM terhadap operasional SR melalui penyediaan layanan air bersih guna memenuhi kebutuhan ribuan siswa yang akan menempati sekolah tersebut.
Menurut Hendra, kebutuhan air bersih menjadi salah satu sarana dasar yang harus dipenuhi agar kegiatan pendidikan dapat berjalan optimal. Perumda Tirta Jati bersama sejumlah instansi terkait kini tengah melakukan percepatan pembangunan jaringan distribusi air menuju lokasi sekolah.
Hendra menjelaskan, jaringan perpipaan yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 700 meter, mulai dari titik sambungan di wilayah Perbutulan hingga meter induk yang berada di kawasan Sekolah Rakyat.
“Pembangunan jaringan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Sosial dan Satker PPS. Saat ini proses pengerjaannya terus berjalan agar kebutuhan air bersih sekolah dapat terpenuhi,” ujar Hendra, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.000 hingga 1.500 siswa, dibutuhkan pasokan air dua liter per detik. Kebutuhan air tersebut bakal dipenuhi olah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber. Jika diperlukan, lanjut Hendra, kapasitas suplai masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kebutuhan sekitar dua liter per detik, masih sangat memungkinkan dipenuhi dari SPAM Sumber. Jika kebutuhan bertambah dan kapasitas tersedia, tentu bisa kami suplai lebih,” paparnya.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program Pemerintah Pusat yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Keberadaan sekolah tersebut di Kabupaten Cirebon menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus didukung bersama.
“Ini merupakan program pemerintah pusat untuk mencerdaskan anak bangsa. Tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Cirebon karena dipercaya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Kepala Bagian Pengembangan Perumda Air Minum Tirta Jati, Mira Sofiyawati, menambahkan, pekerjaan fisik tersebut ditarget rampung pada 18 Juni. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian jaringan pada 19 Juni sebelum air mulai dialirkan ke lokasi.
Pihaknya menargetkan jaringan distribusi air bersih sudah dapat beroperasi sebelum 20 Juni 2026.
“Target kami tanggal 18 Juni pekerjaan selesai, kemudian dilakukan commissioning atau pengetesan. Pada 20 Juni air sudah harus mengalir ke Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Menurut Mira, pasokan air untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon bersumber dari mata air Cigusti yang selama ini menjadi salah satu andalan pelayanan Perumda Tirta Jati di wilayah Sumber dan sekitarnya.
Selain melayani kebutuhan sekolah, Perumda Tirta Jati juga membuka peluang bagi warga yang berada di sepanjang jalur jaringan perpipaan untuk menjadi pelanggan baru. Namun pemenuhan kebutuhan air Sekolah Rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Diperkirakan, terdapat sekitar seratus rumah yang berada di sekitar jalur jaringan baru tersebut. Sebagian di antaranya sudah menjadi pelanggan Perumda Tirta Jati, sementara sisanya berpotensi menjadi pelanggan baru apabila kapasitas distribusi memungkinkan.
“Kalau secara teknis memungkinkan dan kebutuhan Sekolah Rakyat sudah terpenuhi, masyarakat yang berada di sepanjang jalur pipa juga bisa mendapatkan manfaat layanan air bersih,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















