SUARA CIREBON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari sejumlah pedagang di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon. Selain persoalan inflasi, pedagang mengaku khawatir pola pengadaan bahan pangan program tersebut justru mengurangi perputaran ekonomi di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang di Pasar Sumber, Rina, mengaku, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak penyedia MBG kerap datang ke pasar tradisional. Ironisnya, lanjut Rina, pengelola SPPG tersebut hanya menanyakan harga berbagai komoditas, namun tidak berbelanja di para pedagang.
”Mereka (pengelola SPPG, red) sering ke sini, tanya harga di pasar. Namun, informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan perbandingan dengan harga dari supplier maupun petani secara langsung,” kata Rina, Jumat, 19 Juni 2026.
Kondisi tersebut berpotensi membuat kebutuhan bahan pangan program MBG tidak terserap dari pedagang pasar tradisional. Akibatnya para pedagang kecil kehilangan peluang memperoleh pembeli dalam jumlah besar.
“Apabila kebutuhan untuk dapur MBG dibeli di pasar-pasar tradisional, manfaat ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh para pedagang. Kalau belanjanya ke pasar, semua pedagang bisa kebagian, pasarnya bisa ramai, tapi kalau langsung ke petani atau supplier besar, pedagang kecil bakal terlewat,” ucapnya.
Pihaknya berharap, pemerintah dapat melibatkan pasar tradisional dalam rantai pasok program MBG tersebut.
”Harapannya ya mereka belanja juga ke pasar tradisional, supaya pedagang ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















