SUARA CIREBON – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon akan memindahkan sementara aktivitas pelayanan publik dan administrasi pemerintahan ke Grage City Mall (GCM).
Langkah relokasi sementara ini diambil menyusul adanya proyek renovasi besar-besaran pada struktur bangunan Gedung Setda Kota Cirebon.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan, jajarannya sedang bergerak cepat mematangkan seluruh fasilitas penunjang di lokasi baru.
Setelah melakukan pemantauan langsung ke area mall, fokus utama Pemda saat ini adalah memastikan kesiapan infrastruktur vital seperti kelistrikan dan jaringan internet.
“Saya berharap mudah-mudahan akhir bulan ini bisa selesai,” ujar Iing Daiman saat menjelaskan target perampungan instalasi teknis di dalam mall, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa jaringan utama internet (fiber optic) sebenarnya sudah tersambung hingga ke area depan GCM.
“Saat ini, para petugas teknis sedang menyelesaikan penataan kabel di bagian dalam ruangan serta melakukan penyesuaian pada instalasi listrik agar mampu menyuplai kebutuhan operasional kantor pemerintahan,” katanya.
Iing menjelaskan, tata letak kantor sementara ini tidak seperti yang biasa dilakukan dengan menyekat ruangan secara kaku seperti kantor dinas pada umumnya, Pemerintah Kota Cirebon memilih untuk menerapkan konsep ruang terbuka (open space). Meja-meja kerja antar-pegawai hanya akan dibatasi oleh sekat setinggi setengah badan.
Menurut Iing, konsep ini sengaja dipilih karena membawa dua keuntungan besar, yakni, efisiensi anggaran dan kenyamanan Interaksi.
“Konsep open space ini sengaja kami pilih karena mempertimbangkan dua hal, pertama efesiensi anggaran, menekan biaya pembuatan ruangan atau sekat permanen yang bersifat sementara, kemudian, kenyamanan interaksi, menciptakan komunikasi yang lebih cair, luwes, dan nyaman antar-karyawan saat bekerja,” katanya.
Meski mengusung konsep terbuka, privasi dan ruang rapat tetap menjadi perhatian. Ruangan untuk jajaran pimpinan tinggi seperti Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, serta ruang rapat utama dipastikan tetap dibuat tertutup demi menjaga kerahasiaan koordinasi pemerintahan.
“Tidak hanya staf dan pegawai saja, pimpinan juga, wali kota dan wakil wali kota akan boyong ke sana (GCM). Namun, untuk ruangan kita bedakan dibuat tertutup, selain ruang pimpinan, ruang rapat juga akan kami buat tertutup,” kata Iing.
Terkait seberapa lama para ASN ini akan berkantor di GCM, pihak Pemda Kota Cirebon belum bisa merilis lini masa yang pasti. Hal tersebut dikarenakan proyek pengerjaan fisik serta renovasi gedung utama setda sepenuhnya dikelola dan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kendati demikian, jika melihat skala perbaikan struktur yang dilakukan, Iing memperkirakan masa transisi berkantor di pusat perbelanjaan ini akan berlangsung cukup lama.
“Kalau saya melihatnya bisa jadi sekitar dua tahunan. Tapi secara teknis saya kurang paham,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















