SUARA CIREBON – Rumah warga Blok Jero RT 03, RW 08, Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, terbakar, pada Senin, 22 Juni 2026 siang.
Damkar Sektor Weru yang mendapat laporan dari aparat desa setempat, langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, petugas Damkar mendapati api masih menyala besar saat tiba di lokasi. Tim tersebut langsung melakukan pemadaman pada area bangunan yang terbakar.
“Karena kondisi api masih cukup besar, Damkar Sektor Weru meminta bantuan unit dan personel dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Gunungjati,” ujar Eno.
Setelah berjibaku sekira 50 menit, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan seluruh area aman dari kebakaran susulan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kita sempat terkendala akses jalan yang sempit dan padat perumahan penduduk. Titik kebakaran itu berjarak kurang lebih 60 meter dari jalan,” kata Eno.
Berdasarkan keterangan aparat desa setempat, api pertama kali terlihat sudah membesar di bagian belakang rumah. Pada saat kejadian, pemilik rumah sedang tertidur di ruang depan, sehingga tidak mengetahui awal munculnya api.
Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Eno, kebakaran diduga berasal dari instalasi listrik yang tidak standar dan sudah tua di kamar bagian belakang rumah tua tersebut. Api kemudian merambat ke bangunan di samping timur lokasi kejadian dan menyebabkan kerusakan pada bagian jendela serta gudang belakang salah satu galeri batik, khususnya pada bagian penutup angin-angin.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah isi rumah yakni 3 kasur, 1 unit sepeda, 2 unit kipas angin, 1 penanak nasi, 3 lemari baju, kompor, dan material lainnya hangus terbakar.
Eno menambahkan, penyebab kebakaran diduga dari instalasi listrik tidak standar yang menempel pada kayu lapuk sehingga menimbulkan kebakaran.
“Unsur yang terlibat pemadaman itu Babinsa Desa Trusmi Wetan, perangkat desa Trusmi Wetan, warga sekitar dan petugas PLN. Total kerugian diperkirakan Rp 250 juta,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















