SUARA CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon memastikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, kembali beroperasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan, pembukaan kembali TPA Sampah Gunung Santri yang berakhir masa kontraknya pada 6 Juni 2026, dilakukan setelah tercapainya kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Desa Kepuh, tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dede menjelaskan, kesepakatan tersebut merupakan hasil musyawarah yang digelar pada 26 Juni 2026.
“Pertemuan berlangsung dalam dua sesi, yakni siang dan malam, hingga akhirnya seluruh pihak menyepakati operasional TPA Gunung Santri dapat dilanjutkan,” kata Dede Sudiono kepada wartawan, Senin, 29 Juni 2026.
Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, penggunaan TPA Gunung Santri diperpanjang hingga 26 Juni 2027. Dibukanya kembali TPA tersebut diharapkan mampu memulihkan pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon, yang dalam beberapa pekan terakhir tersendat.
”TPA Gunung Santri kembali dibuka dan disewa sampai 26 Juni 2027. Mudah-mudahan dengan dibukanya kembali TPA ini pelayanan persampahan di Kabupaten Cirebon bisa kembali optimal,” ucapnya.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi mengurangi beban sampah dengan membiasakan memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Dede menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menekan volume sampah yang setiap hari diangkut menuju TPA.
”Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” ungkapnya.
Dede menyebut, setiap armada pengangkut sampah rata-rata membawa muatan sekitar tiga ton dalam sekali perjalanan.
“Dengan kembali beroperasinya TPA Gunung Santri, proses pengangkutan sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon diharapkan kembali lancar, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak lagi mengalami hambatan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















