SUARA CIREBON – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun gapura baru tahun ini di tiga daerah perbatasan Jawa Barat. Salah satu gapura yang akan dibangun adalah di wilayah Losari, Kabupaten Cirebon yang merupakan perbatasan Provonsi Jawa Barat (Jabar) dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Hal itu diungkap Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Achmad Haidar Setiawan, saat menemui Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala di Kantor Bupati Cirebon, Kamis, 2 Juli 2026.
Achmad Haidar mengatakan, selain bersilaturahmi, kunjungannya ke Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemetaan kepemilikan lahan di gapura perbatasan tersebut. Sebagai pihak yang akan melakukan kegiatan di Kabupaten Cirebon, ia merasa perlu memberi tahu rencana tersebut kepada Pemkab Cirebon karena lokus pembangunan berada di wilayah Kabupaten Cirebon.
“Secara adat ketimuran kita harus silaturahmi dulu. Alhamdulillah disambut langsung sama Pak Sekda dan jajarannya. Karena secara prinsip kami harus menghormati tuan rumah sebagai pihak yang ketempatan wilayahnya,” ujar Achmad Haidar.
Haidar mengatakan, tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun tiga gapura perbatasan, yakni Kota Depok, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cirebon. Pembangunan gapura di wilayah Losari akan dimulai pada Agustus 2026.
“Site plan pembangunan gapura akan diseragamkan di seluruh Jawa Barat. Tapi tadi ada masukan, untuk gapura di Kabupaten Cirebon ada ornamen khas Cirebon seperti Topeng khas Cirebon. Nanti coba kita elaborasikan,” terangnya.
Saat ini, gapura perbatasan yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon ini kondisinya tidak terawat dan terkesan kumuh. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuat tampilan gapura lebih cantik dan estetik mengingat gapura perbatasan merupakan etalase Jawa Barat.
“Kami ingin setiap perbatasan Provinsi Jawa Barat harus bagus karena gapura perbatasan adalah etalase Jawa Barat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada beberapa informasi yang harus ditindaklanjuti dari hasil pertemuan dengan Sekda, di antaranya terkait dengan kepemilikan lahan yang masih simpang siur. Pasalnya, lahan di lokasi rencana pembangunan disebut milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Sementara pihak lain menyebut, tempat tersebut milik badan pengelola jalan nasional.
“Tapi kita tindak lanjuti. Tadi arahan-arahan sudah jelas, ke mana-mananya sudah jelas seperti itu lah,” katanya.
Sementara Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengaku menyambut baik kedatangan rombongan dari Pemrpov Jabar. Menurutnya, keberadaan gapura baru di wilayah perbatasan akan memperkuat identitas daerah sekaligus mempercantik pintu gerbang masuk ke Jawa Barat dari arah Jawa Tengah.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan gapura perbatasan di Losari,” ujar Hendra.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















