SUARA CIREBON – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, saat ini fenomena El Nino sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu berarti, Indonesia menghadapi musim kemarau panjang yang berisiko terjadinya bencana kekeringan.
Terkait hal itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) memastikan pasokan air irigasi untuk sektor pertanian dalam kondisi aman. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau 2026 yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September mendatang, BBWS mengoptimalkan sejumlah bendungan dan waduk strategis.
Selain itu, BBWS juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar kebutuhan air bagi pertanian maupun masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk Cisanggarung, Martius mengatakan sejumlah langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi antisipasi El Nino dan kekeringan bersama pemerintah daerah di wilayah kerja BBWS Cimancis.
Menurut Martius, berbagai upaya antisipasi ini pun dilakukan sejak dini mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September. Saat ini, distribusi air masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan Musim Tanam (MT) II yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.
“Kami sudah mengoptimalkan operasi bendungan dan jaringan irigasi untuk memastikan kebutuhan air pada musim tanam tetap terpenuhi,” kata Martius, Jumat, 3 Juli 2026.
Hingga saat ini, kondisi tampungan air di Bendungan Jatigede, Waduk Darma, dan Bendungan Cipanas masih berada di atas kondisi normal. Dengan ketersediaan air tersebut, ia menyebut kebutuhan irigasi di sejumlah daerah dipastikan masih dapat terpenuhi.
Meski demikian, BBWS tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG terkait curah hujan selama beberapa bulan ke depan berada di bawah kondisi normal.
“Untuk menghadapi kondisi itu, kami sudah menyiapkan seluruh sumber daya yang ada sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.
Ia menyampaikan, BBWS Cimancis juga telah menyiapkan personel, peralatan, serta seluruh unit pengelola bendungan dan jaringan irigasi untuk merespons apabila terjadi kekeringan di sejumlah wilayah.
Untuk memastikan penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampaknya meluas, BBWS meminta pemerintah daerah segera melaporkan apabila muncul potensi kekeringan, baik pada daerah irigasi maupun kawasan permukiman.
BBWS juga akan bekerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) di masing-masing daerah dalam mendistribusikan air menggunakan mobil tangki jika masyatakat membutuhkan air bersih.
Sementara pada sektor pertanian, BBWS akan mengoptimalkan penggunaan pompa air, baik pompa bergerak maupun pompa bertenaga surya, selama masih tersedia sumber air di lokasi terdampak.
Martius menambahkan, BBWS Cimancis juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Daerah tersebut meliputi kawasan irigasi di Kabupaten Indramayu, Sumedang, Garut, dan Majalengka.
Selain itu, kawasan pesisir timur Kabupaten Cirebon juga menjadi perhatian karena hampir setiap musim kemarau mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurutnya, potensi kekeringan diperkirakan meningkat mulai Agustus dan mencapai puncaknya pada September 2026. Hal itu sesuai prakiraan BMKG Jawa Barat saat rapat koordinasi yang menyebut curah hujan dalam tiga bulan ke depan berada di bawah kondisi normal.
Pihaknya meminta pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi sejak dini, terutama pada sektor pertanian, penyediaan air bersih, serta pengelolaan sumber daya air. Penguatan langkah mitigasi tersebut agar dampak musim kemarau terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Penetapan status Siaga Darurat tersebut sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















