SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mengambil alih seluruh biaya perawatan hingga proses pemulihan Lovanya Evelin Kautsar, siswi kelas 6 SDN Guntur, Kecamatan Harjamukti, yang menjadi korban selamat dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Gronggong, Kabupaten Cirebon, Senin, 13 Juli 2026.
Selain biaya perawatan rumah sakit, Pemkot Cirebon juga menanggung keberlanjutan pendidikan Lovanya. Langkah responsif ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata negara terhadap masa depan anak yang dikenal cerdas dan berprestasi tersebut.
Lovanya yang kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati, kehilangan kedua orang tua serta adik kandungnya dalam insiden tersebut. Bahkan, akibat luka parah pada kaki kanannya, tim medis juga terpaksa melakukan tindakan amputasi.
Di tengah situasi psikologisnya yang masih rentan dan belum mengetahui seluruh keluarga intinya telah tiada, jaminan kepastian masa depan dari pemerintah menjadi secercah harapan bagi Lovanya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon telah menyiapkan langkah mitigasi agar hak-hak pendidikan Lovanya tidak terganggu, mengingat saat ini sudah berada di kelas 6.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, mengatakan intervensi ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah, guna memastikan Lovanya mendapatkan hak akademiknya secara layak.
“Sesuai arahan dari Ibu Wali, akan ada skema khusus untuk pendidikannya karena sudah kelas 6. Pemerintah kota akan mengambil alih, baik dari pemulihan ataupun dari pendidikan. Nah, kalau pendidikan berarti kita jamin Lovanya harus mendapat ijazah, mendapat nilai yang layak, karena memang terbukti anak yang cerdas,” ujar Ade Cahyaningsih, usai mendampingi Bunda Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo menjenguk Lovanya di RSUD Gunung Jati, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Ade, metode pembelajaran untuk Lovanya akan disesuaikan melalui skema khusus agar ia tetap bisa belajar dengan nyaman selama masa pemulihan fisik dan psikisnya.
Tidak hanya menjamin kelulusan SD, Pemkot Cirebon juga memberikan karpet merah bagi Lovanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah memfasilitasi Lovanya untuk memilih sekolah lanjutan yang ia inginkan, dengan opsi utama SMPN 5 Kota Cirebon atau SMPN 1 Beber.
“Nanti anak ini akan diberikan skema pembelajaran khusus. Dan akan difasilitasiuntuk memilih sekolah antara SMPN 5 atau SMPN 1 Beber. Kalau SMP 5 berarti ada di kewenangan kami, kami akan support sesuai dengan perintah pimpinan,” tambah Ade.
Jika nantinya Lovanya memilih SMPN 1 Beber yang masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Cirebon, Pemkot Cirebon menegaskan siap melakukan koordinasi lintas daerah demi kelancaran pendidikan warganya tersebut.
Ade mengatakan, saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan pemulihan medis pasca-operasi berjalan optimal, serta memberikan pendampingan psikologis yang kuat bagi Lovanya sebelum skema pembelajaran khusus tersebut mulai diterapkan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















