SUARA CIREBON – Kebakaran melanda sebidang lahan kosong di Desa/Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa, 14 Juli 2026 siang.
Kobaran api yang membakar alang-alang dan semak menjalar hingga ke samping PT Seyang Actife Wear Arjawinangun.
Insiden kebakaran tersebut bermula dari pembakaran sampah liar yang berada di pinggir Jalan By Pass Arjawinangun. Tiupan angin yang kencang serta kondisi alang-alang dan semak yang kering membuat percikan api dari pembakaran sampah dengan cepat membesar.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, armada dan anggota Regu 2 Sektor Arjawinangun langsung meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan kebakaran tersebut.
Mulanya, laporan kebakaran yang diterima tim Damkar adalah kebakaran tumpukan sampah di jalan By Pass Cirebon-Jakarta, tepatnya di wilayah Desa Arjawinangun. Setelah petugas tiba di lokasi, ternyata yang terbakar bukan hanya sampah tetapi juga alang-alang dan semak belukar kering yang berada di samping PT Seyang Active Wear.
“Setelah sampai di lokasi kondisi api cukup besar, anggota langsung melakukan pemadaman. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran dan ketersedian stok air, kita datangkan lagi bantuan tim dari Damkar sektor Palimanan dan Weru,” ujar Eno.
Akibat kejadian tersebut, lahan seluas kurang lebih 15.000 m2 dari total luas lahan keseluruhan sekitar 23.000 m2 hangus terbakar.
Setelah berjibaku melakukan proses pemadaman dan pendinginan, pada pukul 15.46 WIB sudah tidak ada lagi bara yang bisa memicu timbulnya api kembali. Eno menyebut, sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran di antaranya anggota Polsek Arjawinangun, Security PT. Seyang Active Wear
Menurut keterangan dari salah satu pegawai PT Seyang Active Wear, lanjut Eno, penyebab kebakaran lahan diduga dari oknum warga yang membakar sampah. Tiupan angin yang kencang serta kondisi alang-alang dan semak yang kering membuat percikan api membakar lahan dan cepat membesar.
“Proses pemadaman terkendala titik api yang jauh dan tidak terjangkau oleh selang yang ada di armada Damkar. Penyebab kebakaran diduga ada oknum yang bakar sampah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” paparnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















