SUARA CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon terus mengoptimalkan pelayanan, meski menghadapi keterbatasan personel dan armada, di tengah meningkatnya kasus kebakaran selama musim kemarau.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, didampingi Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana, Eno Sujana, menjelaskan, jumlah personel aktif saat ini baru sekitar 160 orang.
Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 300 personel agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.
”Kalau personel di lapangan saat ini sekitar 160 orang, idealnya kami membutuhkan kurang lebih 300 personel agar pelayanan bisa lebih maksimal, karena wilayah Kabupaten Cirebon ini kan sangat luas,” kata Dadang, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain kekurangan personel, lanjut Dadang, Disdamkarmat juga menghadapi tantangan pada kondisi armada. Dimana, dari 13 unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki, sebagian besar telah berusia tua sehingga memerlukan peremajaan agar tetap andal saat digunakan dalam penanganan keadaan darurat.
”Secara jumlah armada memang masih mencukupi, tetapi dari sisi kualitas armada sudah tua semua. Ini tentu menjadi tantangan saat kami harus bergerak cepat menangani kebakaran,” ucapnya.
Keterbatasan tersebut, sangat dirasakan ketika peristiwa kebakaran di Kabupaten Cirebon meningkat.
Dadang menyebut, sepanjang 2026, Disdamkarmat mencatat sebanyak 125 kejadian kebakaran. Dari jumlah itu, 34 kasus terjadi hanya selama Juli, terdiri atas 10 kebakaran rumah, satu kebakaran toko, satu kebakaran pabrik, serta 22 kebakaran lahan.
“Laporan kebakaran pada musim kemarau mengalami lonjakan signifikan. Bahkan sejak awal Juli, petugas kerap menerima empat hingga lima laporan kebakaran dalam satu hari, jauh di atas kondisi normal dengan rata-rata hanya satu kejadian per hari,” imbuhnya.
Menurut Dadang, mayoritas kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia, terutama aktivitas membakar sampah di lahan terbuka yang kemudian merambat akibat kondisi cuaca kering dan tiupan angin.
”Kecamatan Sumber, Weru, Pangenan, Greged, dan Ciledug menjadi daerah yang paling rawan mengalami kebakaran selama musim kemarau,” ungkapnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Disdamkarmat memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Seluruh armada yang masih layak terus dimaksimalkan, sementara petugas juga memanfaatkan sumber air dari sungai sebagai alternatif untuk mempercepat proses pemadaman ketika pasokan air terbatas.
”Saya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, dengan tidak membakar sampah di area terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko kebakaran yang berpotensi meluas di tengah kondisi cuaca yang semakin kering,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















