SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membentuk 63 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cirebon, Panji Anom, mengatakan, pembentukan Destana ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.
Menurut Panji, Destana merupakan wadah peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi ancaman, mengurangi risiko, hingga melakukan pemulihan pascabencana. Melalui Destana, masyarakat desa diberdayakan agar memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Destana adalah desa yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman, mengurangi risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan tanggap darurat, hingga mempercepat proses pemulihan setelah bencana,” ujar Panji Anom, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, pembentukan Destana menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko bencana, meningkatkan kapasitas masyarakat, mewujudkan desa yang aman dan tangguh, mempercepat penanganan darurat, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Program Destana memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.
Melalui Destana, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang menerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu berperan aktif mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan lingkungan dan kehidupan sosial pascabencana.
BPBD Kabupaten Cirebon berharap keberadaan Destana dapat menjadi benteng awal dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, mengingat kondisi wilayah yang memiliki potensi risiko seperti banjir, kekeringan, angin kencang, hingga kebakaran.
Dengan semakin banyaknya desa yang memiliki kesiapsiagaan bencana, diharapkan Kabupaten Cirebon mampu menciptakan masyarakat yang lebih aman, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi berbagai situasi darurat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















