SUARA CIREBON – Api kembali mengamuk di Pasar Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 1 Agustus 2026 malam. Tiga hari sebelumnya, pada Selasa, 28 Juli 2026, peristiwa serupa juga menimpa pusat perdagangan sandang terbesar di Asia Tenggara tersebut
Asap hitam membumbung tinggi ke langit malam, sementara sambaran api terus membesar melahap deretan Los (lapak) di Blok E. Dalam hitungan menit, suasana pasar menjadi hiruk pikuk penuh teriakan warga dan pemilik los yang berusaha menyelamatkan tempat berjualan mereka dari kobaran api.
Material los yang sebagian besar masih menggunakan kayu dan bambu membuat api dengan cepat menjalar dari satu los ke los lainnya. Proses pemadaman kebakaran pasar yang kedua kalinya ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra.
Menurut Dadang, proses pemadaman melibatkan Damkar Sektor Arjawinangun, Palimanan, Weru dan Sektor Sumber. Empat Sektor Damkar yang diterjunkan untuk memastikan penyebaran api dapat diminimalisir dan ketersediaan air mencukupi.
Dadang menjelaskan, kebakaran pasar tersebut diketahui pertama kali oleh sekuriti pasar pada pukul 21.19 WIB. Warga bersama sekuriti yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, api justru bertambah besar. Kemudian mereka meminta bantuan ke anggota Babinsa Tegalgubug yang selanjutnya meminta bantuan Damkar Arjawinangun.
Menurutnya, titik awal api diduga berasal dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik yang berada Blok E bagian tengah sebelah barat, kemudian menjalar ke arah timur. Rambatan dari korsleting listrik saat kebakaran menimbulkan percikan api di salah satu lapak yang berada di Blok E.
“Penyebabnya diduga dari instalasi listrik yang tidak standar. Beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas berjualan dan kondisi lapak tidak terlihat adanya barang untuk jualan,” kata Dadang.
Setelah berjibaku sekitar 45 menit, api berhasil dipadamkan. Untuk memastikan tidak ada bara tersisa, petugas melakukan pendinginan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman. Proses pendinginan ini dilakukan hingga pukul 23.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 45 los di Blok E dan 1 los di Blok H ludes terbakar.
“Tidak ada korban jiwa atau luka. Untuk nilai kerugian belum bisa dipastikan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















