SUARA CIREBON – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), Nurlaila Turohmah, meraih penghargaan Top 1 Best Group dalam konferensi internasional di Ballroom Hotel Astro, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu. 8Agustus 2026.
Nurlaila, mahasiswa semester 7 PAI, meraih penghargaan tersebut setelah mengikuti sesi debat dengan mosi “This House Regrets the modern parenting trend of treating Pesantren (Islamic Boarding Schools) merely as ‘Digital Rehabilitation’ centers for gadget-addicted children.”
Mosi tersebut membahas kecenderungan pola asuh modern yang menempatkan pesantren sebagai tempat untuk menangani anak yang mengalami kecanduan gawai.
Dalam debat, Nurlaila menyampaikan bahwa pesantren tidak semestinya diposisikan hanya sebagai tempat rehabilitasi bagi anak yang mengalami kecanduan gawai. Menurutnya, pesantren memiliki fungsi pendidikan yang lebih luas, terutama dalam pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, spiritualitas, dan kemandirian peserta didik.
Ia juga menekankan bahwa pembentukan karakter anak membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui pendidikan, pendampingan, dan keteladanan. Karena itu, tanggung jawab pendidikan tidak dapat sepenuhnya dialihkan kepada lembaga pendidikan.
“Orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik anak, yang dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Nurlaila.
Konferensi tersebut diikuti sekitar 25 perguruan tinggi. Peserta berasal dari lebih dari 10 perguruan tinggi negeri (PTN) di berbagai daerah di Indonesia dan sekitar 10 perguruan tinggi swasta (PTS) yang terafiliasi dengan pondok pesantren.
Penilaian dalam konferensi dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Nurlaila juga menyoroti penggunaan gawai yang telah menjadi bagian dari kehidupan anak dan keluarga. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan memindahkan anak ke lingkungan pendidikan tertentu.
“Diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, pesantren, dan lingkungan sosial dalam membangun karakter anak,” katanya.
Ketua Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Mujiat, S.S., M.Pd.I., mengapresiasi prestasi yang diraih Nurlaila.
Menurut Siti Maryam, capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa PAI dalam mengolah isu pendidikan aktual dan menyampaikannya secara argumentatif di forum internasional.
“Kami sangat mengapresiasi capaian Nurlaila. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PAI tidak hanya belajar teori pendidikan Islam, tetapi juga mampu mengolah isu aktual dan menyampaikannya secara argumentatif di forum internasional,” ujarnya.
Ia mengatakan kemampuan berdiskusi, berargumentasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi lintas budaya menjadi kompetensi yang dibutuhkan calon pendidik di era digital.
“Isu tentang parenting, pesantren, dan penggunaan teknologi sangat dekat dengan kehidupan pendidikan saat ini. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk membaca persoalan secara kritis sekaligus menawarkan perspektif pendidikan Islam yang solutif,” tambahnya.
Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional dapat memperluas pengalaman akademik dan wawasan mahasiswa.
“Prestasi Nurlaila menjadi kebanggaan bagi FITK dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki potensi untuk bersaing dan menyampaikan gagasan di tingkat internasional,” ungkapnya.
Menurut Saifuddin, pengalaman mahasiswa mengikuti forum internasional penting untuk memperkuat kemampuan memahami isu pendidikan dari perspektif global.
“Kami ingin mahasiswa FITK memiliki pengalaman akademik yang lebih luas. Mereka harus mampu memahami isu pendidikan secara global, tetapi tetap membawa nilai-nilai pendidikan Islam yang kuat,” jelasnya.
Prestasi Nurlaila dalam konferensi tersebut menjadi capaian mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum akademik internasional. Melalui kegiatan tersebut, Nurlaila juga mendapatkan pengalaman menyampaikan gagasan mengenai pendidikan, parenting, pesantren, dan penggunaan teknologi di hadapan peserta serta juri dari beberapa negara.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















