SUARA CIREBON – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan ketersediaan stok dan pasokan pangan di seluruh wilayah Jawa Barat betul-betul terjaga.
Kepastian tersebut menyusul langkah antisipasi dari hulu sampai hilir yang dilakukan DKPP Jawa Barat dalam menghadapi ancaman kekeringan tahun ini.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi DKPP Provinsi Jawa Barat, Rika Jatnika mengatakan, stok pangan di Jawa Barat dalam kondisi aman. Ia menyebut prognosis ketahanan pangan Jawa Barat menunjukkan surplus di bulan Agustus.
“Prognosis ketahanan kita menunjukan surplus di bulan Agustus,” ujarnya saat menghadiri Gerakan Pasar Murah (GPM) di Kelurahan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Rika, langkah intervensi dilakukan DKPP Jawa Barat melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara daerah produsen yang mengalami surplus dengan daerah yang mengalami defisit produksi pertanian.
Hal itu dilakukan lantaran sebelumnya ketersediaan komoditas pangan di beberapa daerah mengalami defisit. Ia mencontohkan daerah yang mengalami defisit ketersediaan pangan salah satunya adalah Kabupaten Cirebon.
“Misalkan Cirebon defisit di bawang merah, bawang putih, terus kita ngambil dari daerah lain, kabupaten tetangga, provinsi tetangga. Kita ada kerjasama dengan provinsi lain masuk ke Jawa Barat,” kata Rika.
Berdasarkan data DKPP Jawa Barat, ketersediaan stok pangan di Jawa Barat masih aman hingga bulan Desember mendatang. Ketersediaan pangan ini mencakup 12 komoditas strategis, terutama beras, telur dan daging ayam yang menjadi pantauan intensif DKPP Jawa Barat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















