SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui instansi terkait telah membangun sedikitnya 16 titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R). Namun, dari belasan titik TPS-3R yang telah dibangun tersebut, hanya tiga titik saja yang selama ini dioperasikan.
Di sisi lain, produksi sampah di Kabupaten Cirebon terdata cukup tinggi. Sampah-sampah tersebut, bersumber dari beberapa sektor seperti rumah tangga, pasar dan lain sebagainya. Besarnya produksi sampah dan penanganannya masih menjadi pekerjaan rumah (PR besar) bagi kabupaten Cirebon.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, mengatakan, dari 16 TPS-3R yang telah dibangun, baru tiga lokasi yang aktif beroprasi. Artinya, sebagian besar fasilitas pengolahan sampah belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Jangan sampai fasilitas sudah dibangun, tetapi tidak berjalan. Harus ada kelompok pengelola yang aktif dan berkelanjutan,” ujar Anton, Selasa, 11 Agustus 2026.
Politisi Partai Golkar itu mendorong optimalisasi Program Kampung Bersih di 40 desa. Setiap wilayah dinilai perlu memiliki pola penanganan berbeda, mulai pemilahan sampah organik, anorganik hingga pengelolaan residu.
“Penambahan armada pengangkut sampah juga didorong masuk dalam prioritas anggaran 2027. Sebab, sampah yang sudah dikumpulkan tetap membutuhkan kendaraan untuk diangkut,” katanya.
Tanpa armada yang cukup, menurut Anton persoalan hanya berpindah tempat, dari rumah ke TPS, lalu menumpuk karena tidak segera terangkut. Karena itu, penguatan persampahan dinilai harus dilakukan dari hulu hingga hilir.
“Mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan di TPS3R, penguatan Kampung Bersih, sampai pengangkutan dan penanganan residu. Kami berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya terlihat besar di atas kertas, tetapi benar-benar terasa di lapangan,” katanya.
Sebab, menurut dia, ukuran keberhasilan pengelolaan sampah bukan berapa banyak fasilitas yang dibangun.
“Tapi berapa banyak sampah yang berhasil dikurangi, diolah, dan tidak lagi berserakan di lingkungan warga,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















