SUARA CIREBON – Sebanyak 53 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan petugas gabungan hingga Minggu, 16 Agustus 2026.
Berdasarkan data sementara per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, korban meninggal tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat korban terbanyak dengan 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.
Selain korban meninggal, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka. Mereka telah dievakuasi dan mendapat perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah. Data sementara mencatat 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan.
Kerusakan turut terjadi pada fasilitas publik, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, 76 kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Di sisi lain, pendataan pengungsi masih berlangsung. Hingga Minggu, 16 Agustus 2026, sebanyak 5.488 warga mengungsi secara terpusat dan 171 orang mengungsi secara mandiri.
Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi. Tercatat 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat.
Bantuan Logistik Dikirim ke Tujuh Kabupaten

Pemerintah mempercepat penanganan darurat dengan mengerahkan petugas gabungan dan unsur kementerian/lembaga ke wilayah terdampak. Pencarian dan pertolongan korban menjadi prioritas, sementara kebutuhan dasar pengungsi terus dipenuhi secara bertahap.
Bantuan logistik dikirim melalui jalur darat dan udara. Paket bantuan dari pemerintah pusat yang diberangkatkan melalui Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Total 4.925 paket logistik disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak. Rinciannya, Manggarai Barat 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, Ngada 550 paket, Nagekeo 550 paket, Sikka 1.000 paket, dan Ende 725 paket.
Untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat, pemerintah melalui BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pospenas menjadi pusat koordinasi penanganan darurat gempa M7,7 di NTT. Sementara itu, posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere untuk mendukung operasi penanganan di lapangan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.


















