SUARA CIREBON – Kabupaten Cirebon tidak mendapatkan alokasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada 2026. Akibatnya, petani yang mengalami gagal panen atau puso karena kekeringan tidak memperoleh penggantian untuk melakukan penanaman kembali.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deny Nurcahya, mengatakan tidak adanya alokasi AUTP membuat petani tidak memiliki perlindungan asuransi ketika tanaman padi mengalami gagal panen akibat kekeringan.
“Untuk tahun ini kita tidak dapat alokasi AUTP. Jadi kalau terjadi gagal panen, petani tidak mendapatkan penggantian untuk tanam kembali,” ujar Deny, Rabu, 2 September 2026.
Meski demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon masih membuka peluang untuk mengusulkan bantuan benih bagi petani yang mengalami gagal panen. Bantuan tersebut direncanakan untuk mendukung petani pada musim tanam berikutnya.
“Tapi kalau untuk yang gagal panen sekarang, kemungkinan bisa kita usulkan bantuan benih untuk di musim berikutnya,” katanya.

Petani Diminta Percepat dan Atur Waktu Tanam
Deny mengatakan percepatan dan pengaturan waktu tanam menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan petani dalam menghadapi kekeringan yang berulang.
Menurutnya, wilayah yang rutin mengalami kekeringan perlu menyesuaikan pola tanam agar masa pertumbuhan tanaman tidak bertepatan dengan periode kemarau panjang.
Pengaturan waktu tanam diharapkan dapat menekan dampak kekeringan sekaligus mencegah bertambahnya luas lahan pertanian yang mengalami puso.
“Jika sumber air tidak memungkinkan untuk diandalkan, strategi waktu tanam menjadi pilihan paling realistis untuk meminimalkan risiko gagal panen,” paparnya.

Potensi Puso Capai 20 hingga 30 Hektare
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memperkirakan sekitar 20 hingga 30 hektare lahan sawah berpotensi mengalami puso akibat kekeringan.
Saat ini, potensi puso tersebut masih dalam pemantauan petugas di lapangan. Berdasarkan sejumlah laporan yang diterima Dinas Pertanian, potensi gagal panen ditemukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ciwaringin dan Kecamatan Beber.
“Potensi puso kemungkinan sekitar 20 hektare atau 30 hektare ada. Beberapa sudah ada laporan di Ciwaringin, Beber juga ada sebagian. Mudah-mudahan bisa segera tertanggulangi,” jelasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















