SUARA CIREBON – Wali Kota Cirebon Effendi Edo membuka peluang peningkatan insentif bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Namun, peningkatan insentif tersebut baru akan dipertimbangkan setelah program PKK berjalan optimal hingga tingkat kelurahan.
Hal itu disampaikan Effendi Edo saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Gedung Olahraga (GOR) Kota Cirebon, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Edo, pembenahan PKK saat ini harus dimulai dengan memperkuat kebersamaan para kader sekaligus memastikan seluruh program kerja benar-benar dilaksanakan di masyarakat.
“Pemerintah melalui TP-PKK lagi membangkitkan dulu kebersamaan. Membangkitkan dulu program-programnya, dipastikan harus jalan. Setelah itu baru nanti kita pikirkan untuk insentif mereka,” ujar Edo.
Ia menegaskan, program PKK di setiap kelurahan harus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin program PKK hanya sebatas formalitas atau sekadar memenuhi kewajiban administratif.
“Keguyuban dulu yang kita mau rangkum semuanya, program di setiap kelurahan mesti jalan semua. Kalau itu sudah pasti, nanti kita pikirkan,” tegasnya.
Edo juga meminta kader PKK menjalankan tugas sesuai fungsi organisasi. Ia menilai PKK memiliki peran tersendiri dan tidak dapat disamakan dengan program pemerintah seperti Sapa Warga.
“PKK tugasnya ya PKK, kalau Sapa Warga itu ranahnya pemerintah. Tugas dan kewajiban PKK harus kita jalankan, tidak hanya gugur kewajiban atau sekadar ada program tapi enggak pernah dijalankan. Kita mulai harus jalan ke warga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edo turut mengapresiasi para kader PKK yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun untuk masyarakat Kota Cirebon.
Ia menyebut pengabdian para kader, termasuk mereka yang telah aktif lebih dari 25 tahun, merupakan bagian penting dalam keberlangsungan program pemberdayaan keluarga di Kota Cirebon.
“Terima kasih banyak tentunya yang sudah mengabdi selama lebih dari 25 tahun. Tetap semangat, insyaallah PKK di kepemimpinan saya ini akan berubah,” pungkasnya.
Sementara itu, peringatan HKG PKK tahun ini digelar di GOR Kota Cirebon, berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung di Grage.
Edo mengatakan pemilihan GOR sebagai lokasi kegiatan sekaligus bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas publik milik daerah.
“Kegiatan HKG ini di Jawa Barat yang pertama kali di Cirebon. Tentu ini berbeda dengan tahun 2025. Saya sengaja di tempat ini karena ingin memanfaatkan GOR ini menjadi gedung pertemuan yang nantinya bisa dipakai oleh warga Kota Cirebon,” ujarnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















