SUARA CIREBON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon angkat bicara terkait tiket parkir Stadion Watubelah yang sempat viral beberapa pekan lalu. Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman alias Jigus, menyebut polemik tersebut terjadi akibat miskomunikasi di lapangan.

“Intinya hanya masalah miskomunikasi, dan Alhamdulillah sudah diselesaikan dengan baik. Adanya kejadian ini menjadi pelajaran bagi KONI agar ke depan bisa lebih baik lagi mengelola Stadion Watubelah,” ujar Jigus, Rabu, 9 September 2026.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Cirebon, H Dudi Suryadharma, mengatakan pengelolaan Stadion Watubelah oleh KONI memiliki dasar izin. Karena itu, ia membantah anggapan bahwa pengelolaan kawasan stadion dilakukan secara ilegal.
“Intinya itu miskomunikasi saja. Kalau dibilang ilegal, enggak. Karena kita juga punya izin,” ujarnya.
Terkait tiket parkir dengan tarif Rp4.000 untuk sepeda motor yang sempat beredar, Dudi mengatakan penggunaan tiket tersebut hanya berlangsung singkat.
Menurut dia, saat itu tiket parkir resmi yang tersedia di lokasi habis. Pengelola kemudian mengambil langkah sementara untuk tetap mengontrol kendaraan pengunjung dan mengantisipasi persoalan keamanan.
“Daripada motor orang pada hilang dan kita enggak ada kontrol, malah jadi masalah,” katanya.
Dudi menjelaskan, tiket sementara tersebut dicetak dalam jumlah terbatas. Tarif yang dipungut umumnya Rp2.000, meski terdapat pengunjung yang memberikan Rp4.000.
Penggunaan tiket tersebut, lanjutnya, tidak berlangsung lama dan telah dihentikan pada hari berikutnya.
“Enggak lama sih itu. Terus sudah dicoretin juga. Dan enggak banyak itu waktu itu,” ujarnya.

Ia juga menyebut nilai pungutan dari tiket sementara tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan biaya operasional kawasan Stadion Watubelah yang harus ditanggung KONI.
Salah satu pengeluaran terbesar, kata Dudi, adalah biaya listrik yang mencapai sekitar Rp12 juta per bulan. Selain itu, terdapat biaya pemeliharaan fasilitas dan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan stadion.
KONI juga harus menanggung berbagai kebutuhan operasional agar fasilitas Stadion Watubelah tetap dapat digunakan masyarakat maupun cabang olahraga.
Meski demikian, terkait polemik tarif parkir dan legalitas tiket yang beredar, Dudi menyatakan pihaknya akan memberikan penjelasan lebih lengkap setelah berkoordinasi dengan Ketua KONI Kabupaten Cirebon.
Ia kembali menegaskan, persoalan tiket parkir tersebut lebih disebabkan miskomunikasi di lapangan.
“Intinya miskomunikasi saja,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















