SUARA CIREBON – Sebanyak 3.420 abstrak dari 21 negara dan 607 institusi masuk dalam seleksi Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 384 abstrak dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17-20 November 2026 di UIN Siber Cirebon. Konferensi yang digelar Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, tersebut mengusung tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing”.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, mengatakan jumlah pengirim abstrak tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Pada 2025 tercatat 2.434 pengirim abstrak, sedangkan pada 2026 jumlahnya mencapai 3.420. Artinya, terdapat tambahan 986 pengirim atau meningkat sekitar 40,5 persen.
“Lonjakan pengirim abstrak lebih dari 40 persen ini membuktikan reputasi AICIS+ makin diperhitungkan di kancah akademik internasional,” ujar Amien Suyitno di Jakarta.
Menurutnya, peserta tahun ini berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Skandinavia, Australia hingga Asia Timur.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. Sahiron, mengatakan 384 abstrak yang lolos merupakan hasil proses seleksi yang dilakukan oleh tim reviewer.
Menurut Sahiron, proses seleksi mencakup sejumlah aspek akademik, antara lain kebaruan topik, kekuatan judul, metodologi, kejelasan argumentasi, dan kelengkapan bibliografi.
“Proses kurasi tahun ini sangat kompetitif dengan rata-rata nilai ambang batas yang tinggi. Dewan reviewer menyaring setiap naskah secara komprehensif berdasarkan 10 kriteria evaluasi yang ketat,” katanya.
Sebanyak 384 abstrak terpilih tersebut selanjutnya akan terbagi dalam 10 subtema. Topik yang dibahas mencakup studi Al-Qur’an dan tradisi profetik, etika digital dan kecerdasan buatan, ekoteologi dan ketahanan iklim, tata kelola inklusif, martabat manusia dan kesetaraan gender, ekonomi sirkular, kesehatan publik, hingga warisan Nusantara.
Ketua Steering Committee AICIS+ 2026, Prof. Faqihuddin Abdul Qodir, mengatakan konferensi tahun ini dirancang dengan sejumlah rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada presentasi penelitian.
“AICIS+ 2026 kami rancang sebagai forum integratif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Seluruh presenter terpilih nantinya tidak hanya mempresentasikan gagasannya dalam sidang pleno dan sesi paralel, tetapi juga terhubung dengan serangkaian agenda strategis lainnya,” ujarnya.
Selain konferensi internasional, rangkaian AICIS+ 2026 mencakup Student Spotlight, Innovation Booth Expo, serta Riset dan PKM Expo.
Student Spotlight menjadi ajang presentasi video mahasiswa. Program tersebut telah diikuti delegasi mahasiswa dari delapan institusi di tiga negara.
Sementara Innovation Booth Expo akan menampilkan inovasi teknologi dan kelembagaan dari PTKIN, madrasah, dan pesantren. Adapun Riset dan PKM Expo menjadi ruang untuk menampilkan produk riset terapan serta capaian program Pengabdian kepada Masyarakat.
Daftar abstrak yang dinyatakan lolos seleksi dapat diakses secara daring melalui laman resmi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















