SUARA CIREBON – Penambahan anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon dalam APBD Perubahan 2026 mencapai sekitar Rp758,57 juta. Namun, sebagian besar tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan gaji pegawai.
Fakta tersebut terungkap dalam rapat kerja DPRD Kabupaten Cirebon bersama Disbudpar, Senin, 21 September 2026. Dari penambahan anggaran tersebut, sekitar Rp408,57 juta dialokasikan untuk gaji pegawai pada program penunjang urusan pemerintahan daerah di sekretariat Disbudpar.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchyidin SSos, mengatakan tambahan anggaran Disbudpar tidak seluruhnya diarahkan untuk program kebudayaan dan pariwisata.
“Kalau untuk gaji, di Kesekretariatan Budaya Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah tercantum Rp408.574.641. Itu diperuntukkan untuk gaji pegawai,” kata Muchyidin.
Menurutnya, tambahan anggaran Disbudpar dalam perubahan APBD berada di kisaran Rp758,57 juta. Selain untuk sekretariat, sebagian lainnya dialokasikan untuk bidang kebudayaan serta promosi dan ekonomi kreatif.
“Artinya hanya sedikit penambahan untuk Budpar. Kebanyakan di kesekretariatan, yaitu gaji pegawai tersebut,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis SPd, meminta Disbudpar menunjukkan hasil yang lebih konkret sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang kebudayaan serta pariwisata.
Di bidang kebudayaan, Nurholis mendorong Disbudpar mengidentifikasi dan menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai ditinggalkan atau tidak lagi dikenal masyarakat.
“Budaya apa yang jadi andalan Kabupaten Cirebon, memunculkan kembali budaya-budaya lama yang sudah tidak dikenal sekarang. Itu dimunculkan kembali,” tegasnya.
Menurut Nurholis, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian kesenian tradisional, tetapi juga penguatan identitas budaya Kabupaten Cirebon.
Sementara di sektor pariwisata, ia meminta Disbudpar menetapkan destinasi atau potensi wisata yang dapat menjadi ikon daerah dan dipromosikan lebih luas.
“Dinas ini juga harus berani tampil ke depan menyatakan ada pariwisata Kabupaten Cirebon yang jadi kebanggaan,” ujarnya.
Nurholis mengatakan evaluasi tersebut telah disampaikannya langsung kepada Disbudpar.
“Selama belum memunculkan itu, maka saya bisa menyatakan belum ada keberhasilan yang signifikan yang dicapai oleh dinas ini,” katanya.
Sementara itu, Muchyidin mengatakan salah satu program yang menjadi perhatian Komisi IV adalah Festival Cai Diraga yang direncanakan kembali digelar pada Oktober 2026. Festival tersebut tercatat dalam agenda pariwisata Jawa Barat 2026.
Menurut Muchyidin, kegiatan yang selama ini digelar secara rutin tersebut akan dikemas dalam skala lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pelaku UMKM. Festival Cai Diraga 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
“Setiap tahun ada. Cuma lagi mau dikemas supaya lebih besar lagi,” katanya.
Ia berharap pengembangan kegiatan tersebut dapat membuka peluang dukungan anggaran melalui pola berbagi pembiayaan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Harapan kami, kegiatan yang menjadi rutinitas ini bisa ada anggaran sharing bersama provinsi,” ujarnya.
Meski demikian, Muchyidin mengakui Kabupaten Cirebon belum memiliki kegiatan budaya dan pariwisata berskala nasional yang benar-benar menjadi ikon daerah.
Padahal, menurutnya, Cirebon memiliki sejumlah potensi budaya, salah satunya Tari Topeng. Ia menyebut pelaku seni Cirebon secara individu telah tampil dalam berbagai kegiatan tingkat nasional, tetapi pengemasan dan pemberdayaan potensi tersebut masih perlu diperkuat.
“Kalau secara individu sebenarnya sudah jalan. Tari-tari Topeng yang berskala nasional sudah dipanggil di Jakarta, Bandung,” katanya.
Di tingkat daerah, Muchyidin melihat mulai tumbuh kembali minat masyarakat terhadap kesenian tradisional. Pelatihan dan kursus Tari Topeng mulai diminati, termasuk oleh anak-anak.
Hal serupa, menurutnya, juga terlihat pada kesenian Sintren. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan mulai tumbuhnya kembali minat masyarakat untuk menggali dan melestarikan potensi budaya Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















