SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas akses permodalan agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang didukung PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon bersama sejumlah lembaga terkait.
Bupati Cirebon H Imron melalui Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.
Menurut Alex, peran UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan keluarga, kemandirian masyarakat, serta penguatan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.
Ia menyebutkan, Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 179.600 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, kerajinan, fesyen, pertanian, perikanan hingga jasa.
Namun, besarnya jumlah pelaku usaha tersebut perlu diikuti peningkatan kapasitas pengelolaan bisnis. Pelaku UMKM, kata Alex, tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga perlu memperhatikan kemasan, melengkapi legalitas usaha, melakukan pencatatan keuangan, serta memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas pemasaran.
“Mari kita ubah pola pikir dari sekadar bagaimana usaha tetap berjalan, menjadi bagaimana usaha bisa berkembang, naik kelas, membuka lapangan kerja, dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya, Senin, 21 September 2026.
Alex mengatakan, PKU Akbar tersebut diikuti 230 nasabah PNM dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon serta 20 pelaku UMKM dari wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan lembaga keuangan dan instansi pemerintah, di antaranya Kepala OJK Cirebon, Pimpinan Cabang BRI Kartini dan Gunungjati, PT Pegadaian, BRINS, BRI Life, PKSS, Bank Raya, serta KPPN Cirebon.
Menurut Alex, kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diperlukan untuk memperkuat ekosistem UMKM, terutama dalam akses permodalan, pendampingan usaha, dan perluasan pasar.
Dengan dukungan tersebut, produk UMKM Kabupaten Cirebon diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















