SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menemukan 74 kasus positif tuberkulosis (TBC) dari 18.665 warga yang menjalani pemeriksaan melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni, mengatakan kegiatan tracing dilakukan secara aktif dengan menyasar kontak erat pasien TBC, masyarakat yang memiliki faktor risiko, maupun warga yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
“Dari sekitar 18.665 yang sudah masuk dalam proses pelaporan, terduga TBC-nya kurang lebih 11 persen atau sekitar 2.236 orang. Dari jumlah tersebut, yang positif 74 orang,” kata Eni, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Eni, dari 74 pasien yang terkonfirmasi positif TBC tersebut, terdapat 239 orang yang tercatat sebagai kontak erat atau tinggal dalam satu rumah dengan pasien.
Data tersebut, kata dia, masih dapat berubah karena proses input data dari sejumlah puskesmas ke dalam aplikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih berlangsung.
Penanganan tidak berhenti setelah warga dinyatakan positif TBC. Pasien yang terkonfirmasi akan diarahkan untuk menjalani pengobatan, sedangkan anggota keluarga yang tinggal serumah menjadi sasaran pemeriksaan dan pemberian terapi pencegahan TBC sesuai indikasi.
“Keluarga yang satu rumah dan kontaknya juga langsung ditangani. Setelah itu lingkungan di sekitar rumahnya kembali dilakukan tracing,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Cirebon H Imron memantau langsung kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Rabu (23/9/2026).
Imron mengatakan pemeriksaan secara aktif diperlukan untuk menemukan penyakit lebih dini sekaligus memastikan masyarakat yang terindikasi TBC segera mendapatkan penanganan.
“Kami menugaskan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengobatan gratis, pemeriksaan, bahkan rontgen. Kita ada mobil rontgen, sehingga kalau ada masyarakat yang sakit bisa segera diketahui,” kata Imron.
Menurut Imron, kegiatan tracing TBC dan CKG akan terus dilakukan hingga akhir 2026 dengan sasaran masyarakat di seluruh desa di Kabupaten Cirebon.
“Targetnya, pertama mengobati masyarakat yang sakit. Kedua, memberikan penyuluhan dan arahan kepada masyarakat agar hidup sehat,” jelasnya.
Eni mengatakan program tersebut menargetkan pemeriksaan sekitar 46.600 orang. Dinkes menargetkan sedikitnya 100 warga diperiksa di setiap desa, terutama mereka yang memiliki kontak dengan pasien TBC, mengalami gejala, maupun mempunyai faktor risiko.
“Insya Allah sampai akhir November bisa tercapai,” ungkap Eni.
Hasil tracing sepanjang 2026 diharapkan dapat mendukung upaya Pemkab Cirebon menekan penularan TBC sekaligus mendukung target eliminasi TBC pada 2030.
“Tujuannya 2030 eliminasi TBC,” tuturnya.
Dinkes Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berdahak berkepanjangan, demam berulang, berkeringat pada malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















