SUARA CIREBON – Sebuah gudang milik PT Indokemika Jaya Tama di Kompleks Gudang Royal Park, Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, terbakar pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.
Kebakaran tersebut sempat menimbulkan suara ledakan dari sejumlah drum berisi bahan kimia yang berada di dalam gudang. Besarnya api juga menyebabkan kobaran merambat ke tumpukan limbah produksi sepatu di bagian belakang gudang.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan, proses pemadaman melibatkan 10 regu dengan mengerahkan sembilan armada.
Menurut Eno, pengerahan sejumlah armada dilakukan untuk memastikan ketersediaan air selama proses pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain.
“Karena saat kami tiba di lokasi, api sangat besar dan menimbulkan suara ledakan dari drum yang berisi bahan kimia,” ujar Eno.

Api juga membakar tumpukan limbah produksi sepatu yang berada sekitar satu meter dari gudang. Limbah tersebut terdiri dari bahan karet, kain, plastik dan busa sehingga api dengan cepat membesar.
Kondisi tersebut membuat petugas harus membagi penanganan pada dua area, yakni gudang dan tumpukan limbah produksi. Setelah sekitar tiga jam proses pemadaman, api berhasil dikendalikan. Namun, proses pemadaman dan pendinginan secara keseluruhan berlangsung sekitar enam jam.
“Setelah kurang lebih enam jam, akhirnya proses pemadaman dan pendinginan selesai. Kami menerjunkan sembilan armada dan 10 regu,” jelas Eno.
Sejumlah barang di dalam gudang turut terbakar, di antaranya satu unit mobil pikap B 9265 QG, satu unit sepeda listrik, satu unit forklift, dua unit timbangan listrik serta bahan kimia berupa limbah sisa produksi sepatu.
Sementara satu unit mobil MPV D 1630 VDA mengalami kerusakan setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
Eno mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting listrik.
“Penyebab kebakaran belum dapat diketahui, diduga dari arus pendek listrik. Proses pemadaman terkendala sumber air yang minim dan jauh dari lokasi kebakaran serta tidak adanya sistem proteksi dini bahaya kebakaran,” paparnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, empat petugas Damkar, yakni Adi Surdinanto, Wartoni, Abdul Rohim dan Ibnu Sina, terdampak asap dan mengalami sesak napas. Mereka mendapat bantuan oksigen dari PSC Kota Cirebon.
Satu petugas lainnya, Fery Febrianto, mengalami luka pada jari telunjuk kanan akibat terkena pecahan kaca.
Penanganan kebakaran melibatkan Kapolsek Mundu beserta anggota, tim Inafis Polres Cirebon Kota, Babinsa Koramil Astanajapura, PSC Dinas Kesehatan Kota Cirebon, PLN Mundu, serta karyawan dan petugas keamanan kompleks gudang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















