Rabu, Oktober 14, 2026
No Result
View All Result
Suara Cirebon
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
Suara Cirebon
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Keselamatan Pasien RSD Gunung Jati Jadi Sorotan, Persoalan Tata Kelola, Kerusakan Alat Kesehatan, hingga Kekosongan Obat

Muhammad Surya by Muhammad Surya
Rabu, 14 Oktober 2026
in Cirebon, Berita Utama
Reading Time: 3 mins read
A A
Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi Iii Dprd Kota Cirebon Dengan Rs Gunung Jati, Rabu, 14 Oktober 2026.

Suasana rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Kota Cirebon dengan RS Gunung Jati, Rabu, 14 Oktober 2026.* (Foto: Surya/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Kondisi pelayanan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon menjadi sorotan setelah sejumlah dokter spesialis mengungkap persoalan tata kelola, kerusakan alat kesehatan, hingga kekosongan obat. Bahkan, salah satu dokter menyebut layanan operasi tidak berjalan selama sebulan terakhir akibat persoalan pemeliharaan alat dan sterilisasi.

Persoalan tersebut mencuat dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi III DPRD Kota Cirebon dengan mengundang perwakilan dokter spesialis RSD Gunung Jati di gedung DPRD Kota Cirebon, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dokter spesialis urologi RSD Gunung Jati, dr. Tommy Yuwono, Sp.U., menilai pembenahan tata kelola dan manajemen rumah sakit sudah mendesak dilakukan. Menurutnya, perbaikan diperlukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik dan terorganisasi.

“Urgensinya memang sudah semuanya. Jadi, dari tata kelola semuanya sudah tidak bisa kita harapkan lagi. Kita butuh perbaikan yang segera, kemudian kita butuh segala sesuatunya itu menjadi lebih baik lagi, terorganisir, dan kemudian juga memberikan harapan yang baik untuk semuanya,” ujar Tommy seusai rapat.

Ia juga menyoroti respons Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti berbagai persoalan di rumah sakit tersebut. Padahal, menurut Tommy, para dokter bersama Dewan Pengawas telah berulang kali berdiskusi dan menyampaikan masukan.

“Mungkin sampai saat ini kita belum melihat keseriusan dari pihak Pemda Kota Cirebon untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Tommy menegaskan, persoalan keuangan tidak seharusnya mengesampingkan keselamatan pasien. Ia juga menyoroti kondisi sejumlah alat kesehatan yang dinilai perlu diperbaiki atau diganti.

Selain itu, ia mengungkapkan kendala ketersediaan obat dalam sistem pelayanan pasien rujukan balik. Sejumlah obat yang semestinya tersedia di rumah sakit disebut tidak tersedia sehingga pasien diharapkan dapat memperolehnya melalui puskesmas.

Berita Terkait

Bupati Cirebon, H Imron, Saat Menerima Kunjungan Mantan Letjen Tni (Purn.) Madsuni Dan Brigjen Tni (Purn.) Yayan Suryana, Rabu, 14 Oktober 2026.

Revitalisasi Situ Sedong Cirebon Diusulkan Masuk APBN 2027

Rabu, 14 Oktober 2026
Pertanian Bawang Merah Di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Produktivitas 16 Ton per Hektare, Pabuaran Jadi Sentra Bawang Merah Kabupaten Cirebon

Rabu, 14 Oktober 2026
Ketua Ppni Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, Bicara Terkait Dugaan Kekerasan Yang Dialami Perawat Oleh Oknum Dokter, Rabu, 14 Oktober 2026.

PPNI Kabupaten Cirebon Siapkan Pengacara untuk Perawat Korban Dugaan Kekerasan

Rabu, 14 Oktober 2026
Suasana Fgd Kpu Kota Cirebon Bertema “Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap Pelaksanaan Pemilu 2029” Yang Digelar Di Aula Kpu Setempat, Rabu, 14 Oktober 2026.

KPU dan Pemkot Cirebon Antisipasi Golput Administratif

Rabu, 14 Oktober 2026

Tommy menegaskan, penyampaian aspirasi para dokter dilakukan melalui jalur yang sesuai prosedur.

“Kami tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya anarkis. Ini pun bukan permintaan kami, ini adalah undangan dari Komisi III, kami tidak pernah meminta,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, mengatakan rapat tersebut digelar untuk menghimpun informasi langsung dari para dokter spesialis dan pemangku kepentingan rumah sakit. Masukan itu diharapkan menjadi titik balik untuk memperbaiki pelayanan RSD Gunung Jati.

Menurut Yusuf, persoalan yang disampaikan para dokter tidak hanya menyangkut manajemen, tetapi juga sistem pelayanan, pola pengambilan kebijakan, serta ketersediaan dan pemeliharaan alat kesehatan.

Ia juga menyoroti disparitas harga sejumlah kebutuhan dan fasilitas rumah sakit dibandingkan dengan rumah sakit lain. Yusuf mencontohkan biaya makanan dan minuman pasien kelas III yang disebut mencapai lebih dari Rp40.000, sementara di rumah sakit lain sekitar Rp10.000.

Begitu pula harga alat yang menurutnya mencapai Rp7 juta, sedangkan di rumah sakit lain disebut sekitar Rp4 juta.

“Ya, harga-harga kalau yang tersampaikan seperti itu membuat kita kaget. Contoh terkait dengan makanan dan minuman pasien di kelas III, di rumah sakit lain itu cuma Rp10.000, di situ bisa Rp40.000 lebih. Alat yang di tempat lain Rp4 juta, di situ bisa Rp7 juta,” kata Yusuf.

Ia menilai persoalan penetapan harga dan pemeliharaan fasilitas merupakan bagian dari tanggung jawab manajemen rumah sakit. Karena itu, para dokter tidak semestinya menjadi pihak yang disalahkan atas persoalan yang berkaitan dengan kebijakan manajerial.

Yusuf juga mengungkapkan keterangan seorang dokter spesialis yang menyebut tidak menyelenggarakan operasi selama satu bulan terakhir. Kondisi tersebut, menurut keterangan yang diterima DPRD, berkaitan dengan pemeliharaan alat dan proses sterilisasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Tadi disampaikan oleh salah satu dokter bahwa satu bulan ini dia tidak menyelenggarakan operasi. Gara-gara pemeliharaan alatnya tidak dilakukan, termasuk proses sterilisasi,” ungkapnya.

Selain kendala alat, Yusuf menyoroti ketersediaan obat-obatan yang disebut kerap mengalami kekosongan atau tidak tersedia secara konsisten. Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena menyangkut kelangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Komisi III DPRD Kota Cirebon telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan DPRD dan meminta Badan Musyawarah (Banmus) menjadwalkan pertemuan lanjutan. Pertemuan itu direncanakan melibatkan manajemen rumah sakit, kepala daerah, serta para dokter spesialis.

Yusuf menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan rumah sakit daerah perlu segera mengambil langkah penyelesaian. Menurutnya, persoalan tersebut harus ditempatkan sebagai masalah pelayanan publik, bukan semata-mata persoalan internal manajemen.

“Harus bertindak sangat cepat, karena ini bukan bicara tentang kekuasaan dan sebagainya, ini pelayanan. Jangan sampai masyarakat terkendala pelayanan kesehatannya gara-gara permasalahan yang ada di Rumah Sakit Gunung Jati,” pungkasnya.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: Alat KesehatanAlat Kesehatan di RSD Gunung JatiCirebonKeselamatan Pasien RSD Gunung JatiKota CirebonPasien RSD Gunung JatiRSD Gunung Jati
Muhammad Surya

Muhammad Surya

Berita Terkait

Bupati Cirebon, H Imron, Saat Menerima Kunjungan Mantan Letjen Tni (Purn.) Madsuni Dan Brigjen Tni (Purn.) Yayan Suryana, Rabu, 14 Oktober 2026.
Cirebon

Revitalisasi Situ Sedong Cirebon Diusulkan Masuk APBN 2027

by Islahuddin
Rabu, 14 Oktober 2026
Pertanian Bawang Merah Di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.
Cirebon

Produktivitas 16 Ton per Hektare, Pabuaran Jadi Sentra Bawang Merah Kabupaten Cirebon

by Islahuddin
Rabu, 14 Oktober 2026
Ketua Ppni Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, Bicara Terkait Dugaan Kekerasan Yang Dialami Perawat Oleh Oknum Dokter, Rabu, 14 Oktober 2026.
Cirebon

PPNI Kabupaten Cirebon Siapkan Pengacara untuk Perawat Korban Dugaan Kekerasan

by Vicky Sugiarto
Rabu, 14 Oktober 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023
Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis Atau Diabetes

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023
Bkpsdm Kabupaten Cirebon Segera Panggil Oknum Pns Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen Pppk

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026
Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023
Foto: Forum Osis Jabar - Suara Cirebon

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir Di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, Dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Link Tayangan Ulang Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus Dan Yayat Intai Penghianat, Hp Ajun Dijambret Oo

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon Amin Ditangkap Kejaksaan

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Bupati Cirebon, H Imron, Saat Menerima Kunjungan Mantan Letjen Tni (Purn.) Madsuni Dan Brigjen Tni (Purn.) Yayan Suryana, Rabu, 14 Oktober 2026.

Revitalisasi Situ Sedong Cirebon Diusulkan Masuk APBN 2027

Rabu, 14 Oktober 2026
Pertanian Bawang Merah Di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Produktivitas 16 Ton per Hektare, Pabuaran Jadi Sentra Bawang Merah Kabupaten Cirebon

Rabu, 14 Oktober 2026
Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi Iii Dprd Kota Cirebon Dengan Rs Gunung Jati, Rabu, 14 Oktober 2026.

Keselamatan Pasien RSD Gunung Jati Jadi Sorotan, Persoalan Tata Kelola, Kerusakan Alat Kesehatan, hingga Kekosongan Obat

Rabu, 14 Oktober 2026
Ketua Ppni Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, Bicara Terkait Dugaan Kekerasan Yang Dialami Perawat Oleh Oknum Dokter, Rabu, 14 Oktober 2026.

PPNI Kabupaten Cirebon Siapkan Pengacara untuk Perawat Korban Dugaan Kekerasan

Rabu, 14 Oktober 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.