by

Benda Kerep Tetap Menjaga Tradisi Lokal

Disiapkan Penataan Jadi Kampung Wisata Religi Kota Cirebon

WILAYAH Cirebon sebagai salahsatu pusat perekonomian Jawa Barat terus digenjot pembangunannya. Termasuk di bidang pariwisata. Menyambut konektivitas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, penataan wisata jadi priroritas di kawasan segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Majalengka).

Kucuran dana Rp5 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon untuk penataan wisata religi di Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Rencana pemerintah tersebut disambut baik salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Benda Kerep KH Muhammad Miftah Faqih.

Dikatakan Kiai Miftah, pihaknya sangat senang jika wilayah Kampung Benda Kerep akan ditata menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Cirebon. Dengan  rencana penataan wisata religi di Kampung Benda Kerep ini, Kiai Miftah berharap, kegiatan masyarakat pun semakin bertambah.

“Kalau saya sih sangat terimakasih dan senang yah, adanya mau penataan wisata religi ini. Ya biar lebih tertib, kebersihannya juga biar bersih. Mudah-mudahan bisa menambah kegiatan masyarakatnya, khususnya di Kampung Benda Kerep,” katanya kepada Suara Cirebon, Rabu (4/12).

Selain itu, kata Kiai Miftah, penataan wisata religi ini, akan mampu meningkatkan perekonomian di kalangan masyarakat sekitar. Pihaknya pun menilai beberapa instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Lingkungan Hidup sedang fokus penataan wisata di Kampung Benda Kerep. 

Kiai Miftah berharap, kepada Pemerintahan Kota Cirebon melaui dinas terkait untuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Benda Kerep, terutama kreasi-kreasi dari santri Ponpes Benda Kerep.

“Mungkin bisa juga meningkatkan perekonomian, memang dengan rencana adanya wisata ini. Khususnya kepada instansi yang terkait denagn wisata, saya itu pengen meningkatkan perekonomian kreatif. Seperti kulinernya, dan terutama kepada santri yang mempunyai kemampuan dalam berkreasi seperti bikin kursi dan aksesoris,” tuturnya.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep, lanjut Miftah, dirinya ingin memajukan berbagai kelebihan yang ada di Kampung Benda Kerep. Meski akan digadang sebagai kampung wisata religi, Benda Kerep akan tetap menjaga tradisi lokal.

“Makanya saya ingin memajukan itu, baik dari kalangan santri atau masyarakat. Tapi adanya kampung wisata religi itu, akan tetap menjaga budaya lokal seperti pakai sarung dan lain sebagainya,” katanya.

Karena bagi Miftah, budaya lokal seperti itu, bagian dari titipan para sesepuh Ponpes Benda Kerep serta salah satu Walisongo, yakni Sunan Gunung Jati Cirebon yang berwasiat isun titip tajug lan fakir miskin.

“Yang sudah diwasiatkan oleh sesepuh, seperti yang diwasiatkan Sunan Gunung Jati, saya titip tajug dan pakir miskin. Titip tajug itu untuk kita lebih memperbanyak beribadah kepada Allah, nah kalau titip fakir miskin, berarti kita itu untuk mensejahterakan fakir miskin,” kata cicit Mbah Soleh itu.

Dikatakan Miftah, kepedulian pemerintah Kota Cirebon, selama dua periode kepemimpinan Azis, belum terlalu maksimal. Sehingga pihaknya berharap dengan adanya wacana kampung wisata religi ini akan mampu meningkatkan kepedulian Pemkot khususnya di bidang ekonomi.

“Ya ada sih, cuman belum maksimal, dengan adanya rencana kampung wisata religi di Benda Kerep ya mudah-mudahan itu bisa meningkatkan lebih efesien lagi di bidang ekonomi dan menjaga budaya lokal itu,” katanya. (M Surya)

Comment