by

TPA di Gunung Santri Lagi

Yakin Tak Ada Penolakan, Bupati: Dulu Ditolak karena Ada Janji Tak Ditepati

WERU, SC- Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi kembali menegaskan, penanganan sampah di Kabupaten Cirebon dilakukan dengan dua langkah. Untuk langkah pertama, pemkab sudah mengintruksikan kepada semua pemdes agar turut menangani persoalan sampah di tingkat desa.

Sedangkan langkah kedua, sambung dia, pemkab akan membicarakan rencana penggunaan kembali TPA di Blok Gunung Santri Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, dengan Forkopimda Kabupaten Cirebon pada Senin (9/12) mendatang. Hal itu disampaikan bupati saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan soal sampah yang menggunung disamping pasar darurat Pasar Pasalaran di sela kegiatan Safari Pembangunan di Pasar Batik Trusmi, Kamis (5/12).

“Untuk (penanganan sampah) tingkat kabupaten pun kami akan berusaha. Senin nanti kami akan bicarakan dengan Forkopimda tentang percepatan pembangunan dan dampak dari sampah,” kata bupati.

Menurut bupati, pemkab akan kembali memperpanjang kontrak TPA Gunung Santri di Desa Kepuh, Palimanan setelah sempat terputus karena ditolak warga. “Ya kita perpanjang di sana (Gunung Santri). Disamping itu juga kita tetap akan ada pembuangan dari tiga tempat ini,” ucap Imron.

Dijelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar TPA. Bupati meyakini masyarakat akan menerima rencana penggunaan kembali TPA di blok tersebut.

“Kami sudah sosialisasi kepada masyarakat, yang dulu bekas pembuangan sampah di palimanan itu.  Insya Allah masyarakat akan menerima,” tukas Imron.

Keyakinan itu didapat, setelah pihaknya menelusuri penyebab penolakan dari masyarakat sebelumnya. Hasilnya, diketahui penolakan itu terjadi karena pemerintah ingkar janji. Saat itu, pemkab tidak merealisasikan janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat.

“Dulu kenapa masyarakat menolak, setelah ditelusuri ternyata pemerintah lupa apa yang dijanjikan kepada masyarakat. Kini kami akan komitmen, masyarakat yang terdampak disana akan diperhatikan, baik kesehatannya, pendidikannya bahkan akan diutamakan untuk program-program dari dinas lain,” tandasnya. (Islah)

Comment