ASTANAJAPURA, SC- Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu, 11/12/2019. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya anggaran di pihak Pemkab Cirebon, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.
Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Dr Iis Krisnadar SH CN saat melakukan wawancara bersama Suara Cirebon, di ruang kerja Camat Astanajapura, Rabu, 11/12/2019. Pihaknya sangat mengapresiasi Peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang dilaksanakan oleh pihak Kecamatan Astanajapura.
“Kami angkat jempol untuk Camat Asjap, sementara kami dari pihak Kabupaten tidak bisa melaksanakannya , hal ini dikarenakan terkendala anggaran, namun demikian, insya Allah, Tahun 2020, kami akan menganggarakannya, supaya acara ini bisa dilaksanakan di pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya meminta kepada semua pihak perusahaan, agar memberikan ruang atau kesempatan bagi para difabel, agar bisa bekerja di perusahaan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
“Rekan difabel kita itu sebenarnya memiliki kemampuan yang setara dengan kita yang dianggap normal, hanya saja kesempatan bagi mereka mungkin sangat minim, oleh karenanya, kami meminta kepada pihak pengusaha atau perusahaan di Kabupaten Cirebon khususnya, agar mereka bisa bekerja dan berkarya sesuai kemampuan yang dimiliki “ lanjut Iis.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Oni Jafroni, menyampaikan rasa kekecewaannya atas minimnya perhatian dari Pemerintahan Kabupaten Cirebon, dikarenakan saat meminta respon dan dukungannya yang bersifat materi, mereka dari pihak Kabupaten, dalam hal ini Dinsos, menerangkan bahwa mereka tidak memiliki anggaran.
“Kami sih berharap, agar seluruh pihak lebih peduli akan keberadaan kaum difabel, karena yang membedakan kami dengan yang lainnya hanyalah fisik, namun untuk hal lainnya, tentunya tidak ada perbedaan, khususnya kemampuan atau skil yang dimiliki,” ungkapnya.
Bahkan dirinya berharap, agar pihak Dinsos melibatkan kaum difabel dalam perencanaan anggaran. “Jika memang kedepannya mereka akan melakukan perencanaan penganggaran untuk difabel, alangkah baiknya mereka melibatkan kami, karena yang tahu kebutuhan dan apa yang diperlukan, adalah kami sendiri kaum difabel, jangan sampai anggaran yang digulirkan terbuang sia-sia,” tegas Oni.
Hal senada disampaikan Camat Astanajapura, M.Iing Tdajudin usai acara pembukaan selesai. “Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan konsen dalam acara ini, jadi pada prinsipnya, jangan kita selalu berkata terbentur anggaran , tergantung niat dan keinginan kita, toh jika kita mempunyai niat baik, banyak pihak yang mendukung, semoga apa yang kami lakukan bisa membuat sesuatu yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” ujarnya singkat. (Agus)



















