by

Pansus Covid-19 Kunjungi DSP3A Kota Cirebon

Mereka Menanyakan Permasalahan Bansos yang Diakibatkan Data Tidak Sinkron

KOTA CIREBON, SC- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kota Cirebon, menjadi dinas pertama yang dikunjungi Panitia Khusus (Pansus) Gugus Tugas Covid-19 DPRD Kota Cirebon. Kedatangannya ini untuk melakukan pengawasan, terhadap realisasi penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Cirebon.

Wakil Ketua Pansus Covid-19, dr H Doddy Ariyanto MM menjelaskan, kunjungan ke kantor DSP3A ini juga dalam rangka menanyakan terkait permasalah bantuan sosial (bansos) yang muncul. Pasalnya, masalah data penerima bansos tidak sinkron antara pemerintah pusat dan daerah.

“Data daerah yang ada di DSPPPA dan Disdukcapil juga alami perbedaan. Sehingga posisi kami, ingin mengedepankan objektivitas kedinasan yang punya kewenangan lebih dalam menentukan status kemiskinan,” ujarnya, Rabu (13/5/2020).

Baca Juga: HIPMI Kota Cirebon Akui Pendapatan Menurun

Berdasarkan hasil pertemuan ini, kata Doddy, data penerima bansos tersebut katanya akan selesai pada pekan depan. Untuk itu, secara kelembagaan, DPRD Kota Cirebon akan memperoleh data kemiskinan yang valid dan terbaru.

“Ini akan menjadi langkah awal, yang menjadi verifikasi dan validasi reguler setiap tiga bulan, dengan harapan data kemiskinan ini terus diperbaharui,” kata dia.

Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui terkait data penerima bansos ada yang dicoret atau tidak. Karena hal itu merupakan kewenangan DSP3A Kota Cirebon. “Validasi data dilakukan tanpa harus mempadupadankan dengan data lain. Karena yang penting data riil dahulu didapatkan, baru kemudian verfikasi,” tegasnya.

Baca Juga: PSBB Sudah 6 Hari, Dishub Kota Cirebon Baru Rencanakan Rekayasa Lalu Lintas

Sementara, Kepala DSP3A Kota Cirebon, Iing Daiman SIP MSi mengapresiasi adanya Pansus Covid-19. Pasalnya, dia mengaku, pihaknya dapat berdiskusi terkait data penerima bantuan masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Mengenai data, perlu kita validasi dan perhatian bersama. Karena ketika ada program, sedangkan datanya tidak pas, maka akan jadi persoalan mengenai ketepatan sasaran,” katanya. (M Surya)

Comment