by

Lagi, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pencabulan

MAJALENGKA, SC- Jumlah kasus kekerasan dan pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Majalengka terus bertambah. Ironisnya kasus kekerasan serta pencabulan anak di bawah umur ini semakin sering terjadi setelah Majalengka mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak.

Kasus kekerasan serta pencabulan yang mencoreng gelar Majalengka Kota Layak Anak menimpa  M (16).Tak hanya masa depannya yang terenggut, korban juga harus bersiap menghadapi persalinan akibat perbuatan bejat R (63) yang tak lain merupakan ayah tirinya, warga Kecamatan Kertajati.

Kasus yang menyebabkan korban diketahui hamil  6 bulan diungkapkan Kapolres Majalengka, AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan, Selasa (17/11/2020) kemarin.

BACA JUGA: Tawarkan Jasa Kaya Gituan Melalui WA, Ibu RT di Majalengka Kendalikan Prostitusi Online

“Pelaku melakukan pencabulan  lebih dari sekali,dan saat ini korban dalam keadaan hamil enam bulan,” ungkapnya.

Menurut Kapolres Bismo,pelaku merupakan orang dekat korban dengan status ayah tiri.Perbuatan pelaku dilakukan saat ibu korban sudah tidur.

Saat istri pelaku tidur, pelaku mulai melakukan aksinya, memaksa korban  melakukan hubungan badan. Saat ditolak, pelaku melontarkan ancamannya sehingga korban tak berdaya.

“Pelaku mengancam korban terlebih dahulu dengan tidak akan memberikan uang jajan termasuk biaya sekolah korban,” jelasnya.

BACA JUGA: Transformasi Lembaga Jadi Kebutuhan, UIN Cirebon dapat Menjadi Icon Pendidikan Islam

Perbuatan pelaku yang dilakukan sejak Februari lalu terungkap  setelah ibu korban mencurigai perubahan pada tubuh anak gadisnya. Istri pelaku ini  sangat kaget ketika  mengetahui anaknya dinyatakan hamil 6 bulan. Ibu korban semakin terkejut ketika anaknya menceritakan kejadian yang dilakukan oleh ayah tirinya.

“Ibu korban lalu melaporkan perbuatan suaminya, atas  perbuatanya tersangka di jerat pasal 81 dan 82 Undang-undang (UU) Nomer 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Sedangkan ancaman hukumannya minimal 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” terang Kapolres Bismo. (Dins)

Comment