by

Pelaku Ekonomi Wisata Terpukul

MAJALENGKA, SC- Pandemi Covid-19 memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menutup aktivitas wisata yang mulai tumbuh. Penutupan yang dilakukan hingga beberapa kali sangat memukul pengelola maupun pelaku ekonomi di kawasan pariwisata.

Pelaku usaha di kawasan wisata Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Dedi mengaku pasrah dengan kebijakan Pemkab Majalengka yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro(PSBM), sehingga kawasan wisata ditutup kembali. “Bagaimana lagi, kalau tetap berdagang yang beli siapa kalau tempat wisatanya ditutup,” ucapnya, Senin (14/12/2020).

Menurut warga Desa Sukasari Kaler ini, kebijakan pemerintah menutup tempat wisata sangat dirasakan dampaknya oleh pedagang. Apalagi penutupan aktivitas wisata di Majalengka dilakukan hingga beberapa kali.

“Waktu Juli lalu, dibuka hanya beberapa minggu setelah ditutup pada pertengahan Maret. Belum juga kembali modal sudah ditutup  lagi karena pemberlakuan PSBB. Sekarang juga demikian belum sampai dua bulan sudah ditutup lagi karena pemberlakuan PSBM,” ujarnya.

Pelaku ekonomi di kawasan wisata Curug Cipeteuy mengungkapkan hal yang sama. Karena penutupan obyek wisata sudah pasti berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Padahal obyek wisata Curug Cipeteuy merupakan salah satu primadona wisata Kabupaten Majalengka yang banyak mendapatkan kunjungan dari wisatawan.

“Curug Cipeteuy menjadi tempat yang pertama dituju oleh wisatawan, sebelum ke obyek wisata lainnya di kawasan Kawitwangi,sehingga terutama saat akhir pekan atau libur selalu penuh, “kata Endah, salah satu pedagang di obyek wisata yang berlokasi di bawah kaki Gunung Ciremai tersebut.

BACA JUGA: Pengusaha Pariwisata Dapat Dana Hibah

Endah berharap PSBM yang saat ini diberlakukan Pemkab Majalengka tidak diperpanjang lagi seperti sebelumnya, sehingga aktivitas wisata dibuka kembali. Apalagi dalam beberapa hati kedepan sudah mendekati masa pergantian tahun.

“Mudah-mudahan minggu depan obyek wisata sudah dibuka lagi seiring dengan berakhirnya PSBM tahap dua. Apalagi mendekati pergantian tahun biasanya wisatawan labih banyak dibandingkan biasanya,” ucapnya. (Dins)

Comment