by

Jangan Jadi “Jurnalis Virus”

KABUPATEN CIREBON, SC- Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap, para jurnalis mampu merawat harapan publik. Untuk bisa memenuhi harapan tersebut, para jurnalis di Kabupaten Cirebon dituntut menjadi pengumpul dan penulis berita yang berkualitas, sehingga akan dipercaya oleh masyarakat.

Hal itu dikemukakan Kabag Humas Setda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan saat menjadi narasumber diskusi yang mengangkat topik “Wajah Penanganan Covid-19 di Cirebon dalam Bingkai Media” yang dilakukan via aplikasi zoom meeting, Sabtu (30/1/2021) malam.

“Jurnalis berkualitas jadi kunci kepercayaan masyarakat,” kata Nanan, membuka diskusi.

Di masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 silam, lanjut Nanan, pemberitaan yang diturunkan media, baik cetak, elektronik maupun media online, harus dilakukan secara berimbang. Ia tidak ingin media hanya terjebak pada pemberitaan yang hanya menyoroti kenaikan kasus positif Covid-19 saja, tanpa diimbangi dengan upaya penanganan dan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 yang terus meningkat.

“Jangan sampai jadi ‘jurnalis virus’,” kata Nanan.

Ia menjelaskan, ‘jurnalis virus’ adalah wartawan yang hanya menulis kekurangan yang dilakukan pemerintah saja, atau hanya menulis angka kenaikan kasus positif Covid-19, juga menulis penolakan masyarakat terhadap kasus-kasus tertentu dan lain sebagainya.

“Termasuk soal anggaran, itu jangan dikhawatirkan dan jangan menge-judge anggaran disalahgunakan,” papar Nanan.

Ia ingin, agar para insan pers menjadi ‘jurnalis harapan’ yang bisa memayungi harapan masyarakat.

“Tentu dengan berita-berita yang bisa membuat masyarakat mau diam di rumah dan mematuhi protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Termasuk, menulis upaya pemerintah dalam melakukan tracing dan tracking dari kontak erat kasus positif Covid-19,” ujarnya.

Pasalnya, peningkatan kasus yang terjadi, imbuh Nanan, karena upaya tracing dan swab masif yang gencar dilakukan pemerintah.

“Jadi harus diimbangi dengan upaya-upaya yang gencar dilakukan pemerintah seperti swab masif, tracing dan lain sebagainya,” paparnya.

Sementara, narasumber lainnya yang juga merupakan inisiator Lapor Covid-19, Ahmad Arif, menyebut, fungsi kontrol media di masa pandemi ini perlu dikuatkan lagi. Karena sudah ada regulasi yang mengatur fungsi kontrol tersebut.

BACA JUGA: Komisi II Minta Alokasi Pupuk Subsidi Ditambah

Arif justru ingin agar media memberikan informasi yang terjadi sebenar-benarnya untuk diketahui masyarakat. Dengan mengetahui hal-hal yang terjadi sesungguhnya, maka masyarakat akan menjadi waspada.

“Boleh saja, tapi tetap harus diimbangi dengan harapan dan optimisme,” katanya.

Selain dua narasumber tersebut, diskusi tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya seperti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni, Kepala Dinas Kota Cirebon, H Edy Sugiarto, dan Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa. (Islah)

Comment