by

Derita Bocah Yatim Piatu Keluarga Miskin, Umur sudah 8 Tahun, Badan Ramdani Layaknya Balita

KABUPATEN CIREBON, SC- Nasib seolah tak berpihak pada Moh Ramdani, bocah 8 tahun, warga RT 02/04, Desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang terlahir dari keluarga miskin. Ramdani terlahir kurang beruntung, pertumbuhan badannya tak normal. Di usianya yang menginjak 8 tahun ini, badan bocah Ramdani terlihat layaknya balita.

Ia menderita lumpuh sejak usai dua bulan. Selain hanya bisa berbaring, Ramdani tidak bisa bicara. Bahkan untuk makan pun ia tidak bisa makan seperti layaknya anak-anak normal. Bocah malang itu, hanya bisa makan makanan (bubur) bayi.

Kemalangan Ramdani semakin bertambah, saat usainya menginjak 6 tahun. Di usia yang baru seumur jagung itu, ia telah menjadi yatim piatu.

Ramdani terpaksa diasuh neneknya, Solikah (50), yang juga kurang secara ekonomi. Beban Solikah cukup berat, karena selain harus mengasuh Ramdani, tiga kakak Ramdani juga terpaksa ikut sang nenek pascaditinggal kedua orang tua.

“Selain sudah yatim piatu, Ramdani ini tidak bisa apa-apa, dia lumpuh layu sejak umur dua bulan. Dia juga tidak bisa bicara dan badannya seperti balita padahal umurnya sudah 8 tahun,” kata Solikah kepada Suara Cirebon, Selasa (2/2/2021).

Karena ketidakmampuan secara ekonomi, Solikah hanya bisa pasrah. Ramdani tidak ia periksakan ke dokter.

“Boro-boro buat ke dokter, buat makan aja susah. Apalagi Ramdani ini hanya bisa makan cerelac (makanan bayi, red). Kakak-kakak juga sudah tidak sekolah. Saya ini orang miskin ya cuma bisa pasrah,” katanya.

Solikah menuturkan, saat masih bersama orang tuanya pun Ramdani tidak pernah dibawa ke rumah sakit karena ketiadaan biaya.

“Yang paling saya sedihkan, Ramadani ini kondisinya tidak berubah, tetap kecil seperti bayi padahal umurnya sudah 8 tahun,” ujarnya.

BACA JUGA: Tawuran Geng Motor Makan Korban, Dua Korban Tewas Ditemukan Mengapung di Sungai Cisanggarung

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selain harus mengurus Ramdani, tiga kakak Ramdani pun menjadi tanggungannya.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon membantu beban hidup Ramadani karena sangat membutuhkan,” katanya.

Ia tidak memungkiri, masih ada orang baik yang kerap memberinya bantuan.

“Alhamdulillah ada sih yang masih datang ke sini memberikan makanan bayi,” pungkasnya. (Kirno)

Comment