by

Banjir Rendam Tiga Wilayah Kecamatan

MAJALENGKA, SC- Sepanjang musim hujan tahun ini, sejumlah wilayah utara Kabupaten Majalengka berkali-kali dihantam banjir. Belum hilang trauma dengan banjir yang terjadi pada 7 dan 8 Februari, Jumat (26/2/2021) banjir kembali melanda sejumlah desa di bagian utara Majalengka.

Banjir yang terjadi sejak dini hari itu merendam pemukiman warga selama berjam-jam, dengan ketinggian air hingga selutut orang dewasa.

Menurut Deden warga Desa/Kecamatan Ligung, banjir mulai terjadi  pada pagi hari. “Hujan turun sejak  dini hari, dan air mulai naik ke daerah pemukiman sekitar Pukul 06.00 WIB,” ungkapnya.

Dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada 7 Februari lalu, banjir kali tidak terlalu mengkuatirkan. Namun, kata dia, perasaan cemas tetap dirasakan warga, Khawatir air terus naik hingga di atas satu meter, bahkan, ada yang sampai hampir mencapai atap rumah.

”Meski kecil tetap saja cemas, apalagi masih banyak warga yang belum selesai membereskan rumahnya akibat banjir sebelumnya,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka menyebutkan, banjir setidaknya merendam pemukiman yang berada di empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Ligung, Dawuan dan Jatitujuh.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Reza Permana mengatakan, banjir merendam empat desa dalam tiga kecamatan dibagian utara Kabupaten Majalengka.

“Banjir kali ini jauh lebih kecil, genangan aiar air tidak sampai masuk ke dalam rumah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” katanya.

BACA JUGA: Dua Rumah Warga Leuwimunding Ambruk

Ia menjelaskan, di Kecamatan Dawuan, banjir terjadi di Desa Gandu dan Desa Baturuyuk. Akibatnya, kantor pertanian, lahan pertanian, serta kolam warga terendam. ”Banjir di dua desa ini disebabkan meluapnya Sungai Cikoronjo,”jelasnya.

Sementara, banjir yang terjadi di Kecamatan Jatitujuh berlokasi di Desa Pangkalanpari. Banjir di desa ini disebabkan jebolnya tanggul di wilayah desa setempat. “Banjir di Desa Pangkalanpari ini diakibatkan oleh tanggul pada bagian sungai yang jebol,” jelasnya. (Dins)

Comment