by

Dosen IAIN Cirebon dan Thurst Production Lahirkan Karya Film “Pelarian”

DOSEN cantik IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Herny Gusbrava (HG) MPd CH CHt CNLP berhasil membuat karya film berjudul “Pelarian”. Film tersebut telah tayang perdana bersama Thurst Production di Slangit Coffee, kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon, Rabu (3/3/2021).

Menariknya, selain dia sendiri yang memroduseri, dirinya pun menjadi script writer. Namun, HG tak sendiri, dalam pembuatan film ini dia dibantu tim dari Thurst Production. Tim ini memang dikenal memiliki darah seni dan kreativitas yang tinggi. Dengan kejelian yang dimiliki, mereka pun memutuskan untuk membuat film yang menyiratkan tentang kehidupan berjudul “Pelarian”.

“Di mana dalam film tersebut disampaikan bahwa setiap orang punya perjalanan masing-masing menuju kebijaksanaan. Ada yang melewati dunia kelam terlebih dahulu, dehumanisasi (pengkambinghitaman). Namun akhirnya menyadari bahwa hidup harus dihadapi dan disyukuri,” paparnya kepada Suara Cirebon, Kamis (4/3/2021).

Sebelumya, dia mengisahkan, dirinya bersama Thurst Production membuat suatu komunitas yang diberinama “Sahabat Kreatif Film”. Komunitas ini didirikan pada bulan Januari 2021. Dalam perjalanannya, HG membuat skenario film “Pelarian” yang proses pembuatan filmnya kini telah selesai.

Latar belakang pembuatan film ini, kata HG, yaitu dari hasil pengamatan terhadap kompleksitas perilaku manusia saat ini. Di mana, masyarakat dihadapkan pada situasi pandemi, sehingga semakin menguatkan tekad untuk membuat karya produktif yang kreatif.

“Hidup menjadi hidup saat manusia  belajar berdamai dari berbagai situasi,” ujar HG yang juga merupakan salah satu dosen jurusan BKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini.

Adapun makna dari film tersebut, lanjut dia, yaitu menyiratkan bahwa siapapun pasti memiliki masa lalu. Namun setiap manusia pasti selalu diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk membenahi diri mereka dengan harapan baru yang positif. Sehingga, hal itu dapat membuat hati menjadi lapang dan selalu bersyukur.

“Pelarian dunia kelam selesai, waktunya pulang dengan harapan baru. Allah izinkan kami untuk pulang pada kelapangan hati, maaf, dan terima kasih,” tutur HG mengutip penggalan film tersebut.

BACA JUGA: Jadi Sasaran Vaksinasi Tahap 2, Pegawai IAIN Cirebon Didata

Dia berharap, semua penonton film ini mampu meningkatkan kesadaran, bahwa tidak ada satupun yang Allah SWT berikan kepada manusia dengan sia-sia. Tak terkecuali permasalahan yang sedang dihadapi.

“Bukankah Allah selalu memiliki cara untuk menggiring manusia mencapai kebijaksanaan hidup. Selain itu juga harapannya agar siapapun mampu berkarya menyampaikan pesan kehidupan dengan cara kreatif dan bermanfaat,” pungkasnya. (Yusuf)

Comment