by

Puisi dan Perempuan

HARI Puisi Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 28 April oleh masyarakat Indonesia. Penentuan tanggal tersebut sangat erat kaitannya dengan kepergian Chairil Anwar, penyair terkemuka Indonesia dengan gagasan puisinya yang mendobrak.

Namun, puisi tidak hanya banyak diperankan oleh kaum laki-laki saja, melainkan banyak juga kaum perempuan yang mampu merangkai bait-bait syair sehingga menjadi puisi yang indah dan bermakna.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon, Lisnawati SPd, saat ditemui Suara Cirebon, Rabu (28/4/2021).

Ia mengungkapkan, antara puisi dengan perempuan memiliki keunikan dan keterkaitan tersendiri.

“Antara puisi dan perempuan memiliki keterkaitan yang bisa dibilang unik. Di beberapa literatur, perempuan cenderung digambarkan menjadi sosok pejuang, memiliki sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang,” kata Lisna panggilan akrab perempuan lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut.

BACA JUGA: Herny Gusbrava, Dosen IAIN Cirebon Ini Produktif Berliterasi saat Puasa

Namun, lanjut Lisna, ada juga yg menempatkan perempuan menjadi sosok imperior dibandingkan laki-laki yang identik dengan superior, seperti halnya dalam beberapa kutipan puisi karya penyair ternama.

“Perempuan terkesan berada di bawah kekuasaan laki-laki, lemah dan tidak memiliki kebebasan. Selain itu, perempuan selalu pula diidentikan dengan keperluan domestik alias rumah tangga. Sehingga terjadi kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki yang terinterpretasikan dalam sebuah puisi,” imbuhnya.

Maka dari itu, menurut Lisna, perlu kiranya sebagai perempuan untuk tetap menyuarakan emansipasi wanita sebagai upaya agar terciptanya kesetaraan gender, baik itu melalui hasil karya tulis seperti puisi, berperan di sektor publik dan lain sebagainya.

“Apalagi saat ini di momen Hari Puisi Nasional. Cara kita dalam menyikapi Hari Puisi Nasional ini bisa diisi dengan kegiatan positif seperti merefleksi diri, mengevaluasi diri melalui tulisan-tulisan, karena seyogyanya pelajaran ataupun pengalaman yang telah kita dapat ini akan terabadikan oleh sebuah tulisan, sehingga bisa menjadi pembelajaran untuk kedepannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Fifi Novianty, Alumni IAIN Cirebon Jadi Lulusan Magister Tercepat dan Terbaik di KPI UIN Yogyakarta

Lisna pun berpesan, di Hari Puisi Nasional ini seluruh perempuan Indonesia untuk terus dan jangan pernah berhenti untuk berkarya.

“Sudah saat nya kita bergegas dan mengambil peran di tengah-tengah masyarakat. Harus yakin dan percaya diri, bahwa perempuan adalah sosok yang hebat. Sehingga semaksimal mungkin untuk kita dapat memberikan manfaat. Minimal manfaat untuk diri sendiri, maksimalnya manfaat untuk masyarakat pada umumnya. Khairunnaas, ‘anfauhum linnas,” pungkasnya. (Yusuf)

BACA JUGA: Hibah Lahan UGJ Tak Bisa Dilanjut

Comment