by

Jatirenggang Buat Pupuk Organik

KABUPATEN CIREBON, SC- Pemerintahan Desa (Pemdes) Jatirenggang, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, melakukan terobosan dalam penanggulangan sampah yang ada di desanya, dengan bermodalkan kecil dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, mampu membersihkan sampah setiap hari, untuk dijadikan pupuk organik.

Hal tersebut dikatakan Kuwu Jatirenggang Sutisna, yang berlatarbelakang sebagai seorang petani, menurutnya dalam penanggulangan sampah yang ada di desanya, dirinya lebih tertarik untuk mengatasi sampah bukan dengan mesin, karena selain mahal harganya juga cepat rusak dan akhirnya itu sia-sia saja.

“Ini terinspirasi dari teman kuwu, yang pada akhirnya, kami survey langsung ke wilayah Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, ternyata cukup dengan menggunakan tungku ala pembakaran genteng dan lebih efektif untuk digunakan menjadi pembakaran sampah,” ujarnya kepada Suara Cirebon, Senin (07/06).

Itu sebabnya, pihaknya menerapkan teknologi tepat guna ala pedesaan dengan tungku tersebut. Dan ternyata mampu membakar setiap harinya tiga sampai empat kwintal sampah, baik basah maupun kering, dan diolah di dalam tungku hingga menjadi pupuk organik.

Sutisna pun menjelaskan, semua kaitan penanggulangan sampah di Desa Jatirenggang ini, menggunakan anggaran dana desa tahun 2020 untuk pembuatan tungku, bangunan tempat transit sampah hingga, dengan lima orang tenaga kerja untuk mengangkut sampah dari rumah penduduk, hingga tenaga kerja pembakaran serta pengaturan sampah masuk ketunggku hingga menjadi organik.

“Yang penting bagi kami desa Jatirenggang terbebas dari sampah menjadi desa bersih serta sehat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Harga Kedelai Melejit Perajin Tempe Menjerit

Teknologi sederhana berbentuk tungku ini menurutnya ramah lingkungan, dalam penanggulangan sampah, dan dirasakan lebih efektif dan minin anggaran.

“Jadi kami siap membantu apabila para kuwu atau pun siapa saja yang membutuhkan pembakaran ramah lingkungan, ala pembakaran genteng Jatiwangi, dalam menanggulangi permasalahan sampah yang menjadi problem selama ini,” pungkas Sutisna. (Baim)

Comment