by

Pembelajaran Tatap Muka Tetap Sesuai Jadwal

MAJALENGKA, SC- Rencana pemberlakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas  bagi  siswa TK, SD dan SMP tetap seperti rencana. Pembelajaran tatap muka akan dimulai tahun ajaran baru 2021-2022 pada tanggal 17 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto mengatakan, meski saat ini terjadi penambahan kasus Covid-19, rencana aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas untuk tingkat TK, SD hingga SMP masih belum ada perubahan, yakni akan dimulai 17 Juli mendatang.

”Belum ada wacana perubahan, masih seperti rencana awal yakni awal tahun ajaran baru,17 Juli mendatang,” katanya,Jumat (18/6/2021).

Kendati demikian kata Ahmad, melihata perkembangan berdasarkan data dari sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Majalengka, saat ini dari 330 desa dan 13 kelurahan tercatat ada 11 desa ditetapkan zona merah dan 16 desa zona orange, sisanya berstatus zona hijau dan zona kuning.

“Data tersebut menjadi acuan kami,dan bila melihat data tersebut saat ini hanya sebelas desa yang berstatus zona merah, tentunya di zona ini tidak boleh ada aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas,” jelasnya.

Namun, dia mengatakan, jika nanti di tanggal 17 Juli yang akan datang status desa yang berzona merah tersebut mengalami perubahan yang lebih baik, maka diperbolehkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas, selama desa itu sudah masuk zona kuning dan zona hijau.

Pergerakan atau perkembangan status daerah kata Ahmad terus diikuti. Bersama dengan PGRI pihaknya bersama-sama memonitor tentang situasi dan kondisi sekolah, termasuk desa yang betul-betul masuk zona merah atau zona orange.

BACA JUGA: ASN Majalengka Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas

Ia menambahkan, persiapan dalam menghadapi sekolah tatap muka terbatas  masih terus dilakukan. Di antaranya  vaksinasi bagi tenaga pendidik yang 90 persen dari jumlah keseluruhan sudah mendapatkan dua tahap vaksinasi Covid-19.

“Sedangkan yang 10 persen tidak divaksin disebabkan karena faktor usia ditambah kondisi kesehatan, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukannya vaksinasi,” ucapnya. (Dins)

Comment